Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Harap Sabar, Pencairan BPUM di Grobogan Diperpanjang karena Banyak Petugas Kena Covid

ILUSTRASI: Warga menunjukkan pecahan uang rupiah. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Grobogan – Pencairan dana Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) diperpanjang hingga Desember 2021 mendatang. Sebelumnya, BPUM yang diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hanya bisa dicairkan hingga akhir Agustus 2021.

Hingga saat ini, penerima BPUM sudah ada yang cair dananya. Sementara sebagian lainnya belum menerima transfer dana BPUM ke rekeningnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro (PUM) pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Grobogan Joko Nugroho mengungkapkan, awalnya paling lambat pencairan BPUM memang pada akhir Agustus. Kemudian diundur akhir September dan diundur lagi hingga Desember.

Hal itu menyusul banyaknya petugas yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga mengharuskan isolasi beberapa pekan.

”Karena semakin banyak petugas yang terpapar, akhirnya diundur lagi menjadi Desember,” katanya pada wartawan.

Joko mengaku pihaknya tidak tahu-menahu apabila ada penerima yang kesulitan mencairkan BPUM. Sebab, setelah mereka sudah terdaftar menjadi penerima melalui pengecekan NIK dalam situs yang telah ditentukan, maka tanggungjawab Dinkop-UKM sudah selesai.

”Kalau memang ada yang mengalami kesulitan, maka bisa konsultasi pada pihak bank. Tanggungjawab kami sebatas mengirimkan data yang sudah mendaftar ke Pemprov Jateng. Selanjutnya, dari Pemprov Jateng dikirim ke Pemerintah Pusat. Mengenai siapa yang dapat BPUM, tergantung verifikasi dari sana,” sambungnya.

Joko menerangkan, ada beberapa perbedaan antara BPUM 2020 lalu dengan 2021. Antara lain, besaran bantuan pada 2020 lalu Rp 2,4 juta. Sedangkan untuk tahun ini Rp 1,2 juta.

Selain itu, untuk BPUM tahun ini, anggota dalam satu Kartu Keluarga (KK) bisa mendaftar untuk dua bidang usaha. Sementara pada BPUM 2020, satu KK hanya diperbolehkan mendaftar satu usaha.

Terpisah, Sekretaris Dinas Koperasi UKM Grobogan Rustamaji mengatakan, pada tahun lalu, ada 60.985 pelaku UMKM yang mendaftar program BPUM. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 30 ribuan pelaku UMKM yang lolos verifikasi dan mendapatkan bantuan BPUM.

“Untuk tahun ini, sudah sekitar 27 ribu pelaku UMKM yang dana BPUM-nya sudah cair. Bagi yang belum cair maka harap bersabar dan sebaiknya bisa dikoordinasikan ke pihak bank penyalurnya,” jelasnya.

Menurutnya, mereka yang mengajukan bantuan itu sebelumnya diverifikasi oleh Kementerian Koperasi UKM. Para pendaftar yang diterima untuk mendapat bantuan dari pogram BPUM akan menerima notifikasi SMS dari perbankan, Kemudian, dananya langsung disalurkan ke rekening penerima.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...