Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Putera Luis Pongoh Akan Jadi Wasit Bulutangkis di Paralympic Games 2020 Tokyo

Raventus Pongoh saat menjadi wasit di beberapa kejuaraan bulu tangkis.(MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus- Wasit bulutangkis asal Kudus, Raventus Pongoh bakal menjadi hakim garis cabang olahraga bulu tangkis di Paralympic Games 2020 Tokyo. Raventus Pongoh dijadwalkan akan memulai tugasnya pada Rabu (1/9/2021) hingga Minggu (5/9/2021) mendatang.

Melihat nama belakang ‘Pongoh’, bagi para penggila bulutangkis, tentu akan mengingatkan pada salah satu sosok ‘jagoan’ bulutangkis nasional, Luis Pongoh. Dan, memang benar adanya, antara dua nama ini memang ada keterkaitan erat.

Raventus Pongoh adalah putra pertama dari legenda bulu tangkis Indonesia, Luis Pongoh. Berbeda dengan ayahnya yang berhasil menjadi legenda di bulutangkis sebagai pemain, maka Raventus Pongoh malah menekuni urusan wasit bulutangkis.

Sebagai wasit bulutangkis, Reventus Pongoh saat ini merupakan salah satu wasit terbaik di Indonesia. Pria yang lahir pada 5 April 1985 ini, memiliki lisensi Badminton Asia Accredited. Sedangkan sebagai hakim garis dirinya telah mengantongi lisensi
BWF International Line Judge.

Tidak mengejutkan jika akhirnya Reventus Pongoh akhirnya terpilih menjadi salah satu wasit bulutangkis yang akan bertugas di Arena Paralympic Tokyo 2020. Selain Pongoh, ada dua orang wasit Indonesia yang akan menjadi wasit di arena bulutangkis Paralympic 2020 di Tokyo.

Bagi Reventus Pogoh, bertugas sebagai hakim garis di Paralympic Games merupakan pengalaman pertama. Sehingga kesempatan ini diakuinya sangat menggembirakan dirinya.

“Suatu kebanggaan bagi saya, dan tidak menyangka bakal dipilih,” ujarnya, Rabu (25/8/2021).

Kepastian menjadi salah satu hakim garis yang bertugas di Paralympic 2020 Tokyo, didapatkannya setelah diberitahu PP PBSI pada pertengahan Agustus lalu. Melalui surat yang ditanda-tangani Wasekjen PP PBSI Edi Sukarno, dirinya disebut terpilih menjadi wasit di event Paralympic itu.

Sebelum berangkat ke Paralympic Tokyo 2020, dirinya harus menjalani test PCR sebanyak 7 kali. Test ini merupakan persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi bagian dari event akbar itu.

Sejak Sabtu (21/8/2021) dirinya menjalani test PCR, dan akan terus berlanjut sapai Jum’at (27/8/2021). Pihaknya berharap proses ini bisa berjalan lancar, hingga keberangkatannya ke Tokyo.

“Rencananya, saya berangkat dari Kudus ke Jakarta 27 Agustus. Kemudian tanggal 28 Agustus berangkat dari Jakarta ke Jepang,” terangnya.

Selanjutnya, dirinya akan bertugas pada Rabu (1/9/2021) hingga Minggu (5/9/2021) mendatang. Kemudian pada Senin (6/9/2021) direncanakan sudah kembali ke Jakarta.

“Setelah itu karantina selama delapan hari sampai 14 September. Kemungkinan tanggal 15 September sudah di Kudus lagi. Harapannya saya bisa menjalankan tugas dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin membenarkan jika Raventus Pongoh memang menjadi wasit Paralympic Games 2020. Yakni sebagai hakim garis.

“Iya benar dan dipastikan berangkat. Menjadi kabar bagus karena ada warga Kudus yang bisa bertugas di Paralympic,” katanya, Rabu (25/8/2021).

Dijelaskan oleh Yoppy, saat ini Raventus bekerja sebagai staff di PB Djarum. Selain itu juga sebagai admin media sosial milik PB Djarum. Kiprah Raventus sebagai wasit di beberapa turnamen juga sangat diapresiasi. Mulai turnamen di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

“Sekarang bisa jadi hakim garis di Paralympic. Harapannya ini bisa menjadi pengalaman bagi Raventus dan semoga bisa mengemban tugas dengan baik,” pungkasnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...