Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Meski Dikeluhkan Pemain, Manajemen Persiku Bersikukuh Tak Akan Ubah Sistem Kontrak

Pemain mengikuti seleksi Persiku yang digelar di Stadion Wergu Wetan Kudus belum lama ini.(MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Mekanisme teken kontrak yang dilakukan manajemen Persiku Kudus dikeluhkan beberapa pemain. Sebab, teken kontrak dilakukan secara berbarengan, langsung beramai-ramai dengan banyak pemain.

Pada Senin (23/8/2021), manajemen Persiku mengagendakan teken kontrak pemain. Saat itu ada sembilan pemain yang hendak teken kontrak. Namun, sejauh ini hanya satu pemain yang teken kontrak.

Saat itu mekanisme teken kontrak dikeluhkan pemain. Sebab, teken kontrak dilangsungkan secara bersamaan per tiga pemain. Pemain-pemain tersebut juga dihadapkan pada beberapa pihak jajaran manajemen.

Kondisi itu dikeluhkan pemain, karena mereka merasa sungkan saat akan melakukan negosiasi. Apalagi masalah gaji menurut mereka masih merupakan ranah privasi yang tidak perlu disampaikan di depan publik.

Salah seorang pemain yang mengeluhkan mekanisme teken kontrak yakni Arya Duta Kusuma. Pemain yang musim lalu teken kontrak bersama Bali United senior itu merasa sungkan dengan sistem teken kontrak yang dilaksanakan Persiku. Pasalnya, teken kontrak dilakukan bersamaan.

“Biasanya itu empat mata dengan perwakilan yang ditunjuk manajemen saja. Tidak berbarengan pemain lain maupun dengan beberapa ofisial manajemen,” katanya, Rabu (25/8/2021).

Arya melanjutkan, dia belum menyebutkan nominal gaji yang diharapkannya. Sebab, dia merasa sungkan.

“Belum bilang ke manajemen minta berapanya. Karena waktu ketemu manajemennya bareng-bareng. Jadi saya sungkan untuk ngomong. Soal gaji itu kan privasi, kalau bareng-bareng seperti itu kurang pas menurut saya,” terangnya.

Terpisah, legenda hidup Persiku Agus Santiko selama berkiprah di pesepakbolaan Indonesia mengaku tidak pernah teken kontrak dengan cara ramai-ramai. Sebagai pemain, dirinya pernah membela beberapa klub.

Di antaranya Persiku Kudus di musim 2005 hingga 2014. Agus Santiko juga pernah membawa Persiku juara dan sekaligus promosi ke Divisi I 2006. Saat itu merupakan momen Persiku terlepas dari kasta ketiga.

Kemudian pemain yang identik dengan nomor 13 itu juga pernah membela PSBL Bandar Lampung di gelaran Liga Indonesia 1997/1998. Tak hanya itu, di musim 2002 Agus Santiko juga pernah membela Semen Padang. Agus Santiko juga pernah memperkuat Persekaba Badung di musim 2003/2004 di gelaran Divisi Satu.

“Sepengetahuan saya kalau jadi pemain itu teken kontrak satu-satu. Tidak pernah bareng-bareng,” katanya, Rabu (25/8/2021).

Kendati begitu, Agus menyampaikan kebijakan teken kontrak memang bergantung pada mekanisme manajemen masing-masing. Selain itu, dia memberi masukan jika pemain sebenarnya bisa mencoba meminta agar teken kontrak dilakukan satu-satu.

“Mungkin masing-masing manajemen punya cara berbeda. Tetapi pemain sebenarnya bisa mencoba bilang kalau ingin teken kontrak dilaksanakan secara privasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Manajer Persiku, Ferdaus Ardyansyah mengaku tidak akan merubah mekanisme teken kontrak. Sebab, pihaknya enggan jika teken kontrak hanya dibahas antara manajer dengan pemain saja.

“Kami berbeda dan setiap keputusan yang kami ambil itu kolektif bukan hanya manajer saja. Semuanya harus hadir,” jelasnya kepada awak media usai memantau pelaksanaan vaksinasi pemain Persiku, Rabu (25/8/2021).

Soal nominal gaji, Ardy menyebut nominal Rp3 juta dirasa sudah bagus untuk pemain level satu. Terlebih menurutnya Liga 3 Jawa Tengah tergolong kompetisi amatir.

“Untuk nominal tetap di angka Rp 3 juta. Jumlah segitu sudah bagus,” tandasnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...