Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Di Jepara Kasus Covid-19 Terus Menurun, Masyarakat Jangan Euforia

Seiring menurunya kasus covid-19 di Kabupaten Jepara, pendidikan tatap muka mulai dilaksanakan kembali. (MURIANEWS/istimewa)

MURIANEWS, Jepara- Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Jepara terus menurun. Jumlah kesembuhan juga terus mengalami peningkatan. Namun demikian masyarakat diharapkan tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes), dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, Mudrikatun, menyatakan, perkembangan bagus ini saat melakukan Jumpa Pers di Gedung Sultan Haldirin, Jepara, pekan lalu. Sebuah perkembangan yang tentu saja memberi harapan lebih nyata, terkait penanganan covid-19 yang dilakukan di Jepara.

“Kabar baik bagi masyarakat di Kabupaten Jepara, jumlah kasus kita semakin menurun. Namun jangan euforia, karena ancaman Covid masih ada,” kata Mudrikatun.

Di Kabupaten Jepara, Total kumulatif kasus terkonfirmasi Covid-19 dari awal hingga sejauh ini tercatat mencapai 17.918 kasus. Sedangkan angka kesembuhan sebanyak mencapai 16.736 atau 93,40 persen, dan hampir mendekati 95 persen.

“Kasus aktif dari hari ke hari mengalami penurunan, hingga sekarang tinggal 192 kasus. Semoga yang masih terkonfirmasi dan sakit, bisa segera sembuh,” kata dia.

Sementara itu, untuk angka kematian menyentuh angka 990 kasus (5,53 persen). DKK Jepara berharap, angkanya tidak melebihi 5 persen. Dengan begitu, angka kesembuhan semakin naik dan angka kematian terus menurun.

Dengan perkembangan yang didapatkan terkait penanganan Covid-19, diharapkan Jepara bisa segera ke zona kuning atau bahkan hijau. Sehingga kehidupan masyarakat bisa kembali berjalan dengan baik, terutama di sektor ekonomi dan pendidikan.

Perkembangan yang menggembirakan ini juga membuat wilayah Kabupaten Jepara kembali mengalami penurunan dalam penerapan Level PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Setelah sebelumnya berada di level 3, dalam pekan terakhir sudah dinyatakan berada di level 2.

Melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang PPKM Jawa Bali, Senin (23/8/2021) lalu, pemerintah memasukan wilayah Jepara di level 2 bersama dengan Kabupaten Kudus. Namun demikian, masyarakat diharapkan tidak terlena dan tetap menjaga protokol kesehatan (prokes).

Bupati Jepara, Dian Kristiandi menyatakan sangat gembira dengan perkembangan yang terjadi. Namun pihaknya tetap meminta semua pihak tidak terlena. Perkembangan yang baik ini harus terus ditingkatkan ke arah yang lebih baik lagi.

Keberhasilan ini adalah kerja keras seluruh eleman masyarakat. Para Tenaga Kesehatan juga mendapatkan apresiasi atas kinerja mereka yang tidak mengenal Lelah. Dian Kritiandi juga menyatakan terus berharap kesadaran masyarakat bisa terus tumbuh, terkait masalah penanganan Covid-19 ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat. Juga kepada Forkopimda, jajaran Kodim 0719/Jepara, Polres Jepara, dan juga tenaga kesehatan. Kerja keras kita belum selesai, kendati sudah menunjukan progress yang baik. Kita harus tetap waspada dan tidak boleh lengah,” ujar Dian Kristiandi.

Bupati Jepara Dian Kristiandi tetap meminta penerapan protokol kesehatan terus dilakukan dengan disiplin tinggi. Masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan ini.

“Jangan sampai setelah level kita turun kita justru abai. Sebab senyatanya virus masih ada disekitar kita,” kata Dian Kristiandi mengingatkan kepada semua pihak.

Terkait dengan kelonggaran-kelonggaran yang akan dilakukan, menyusul menurunya level PPKM, Dian Kristiandi menyatakan tetap aka nada pengawasan. Secara berkala, kebijakan pelonggaran yang diperkenankan tetap akan dievaluasi pelaksanaannya.

Hingga Selasa (24/8/2021), jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Jepara menyisakan 128 orang atau 0.71 persen, dari total keseluruhan 18.049 orang. Untuk pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 16.926 orang atau mencapai 93,78 persen. Sedangkan jumlah yang meninggal sebanyak 995 orang.

Dengan perkembangan yang baik ini, Pemkab Jepara juga sudah mulai memberlakukan sekolah tatap muka. Sejumlah sekolah sudah melaksanakan kegiatan pembelajaran secara luring, pada awal pekan ini.

Namun demikian kegiatan sekolah tatap muka ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Siswa yang bersekolah dibatasi dalam setiap sesinya. Selain itu durasi waktunya juga masih dibatasi.

Penulis: S Budi Santoso
Editor: S Budi Santoso

Comments
Loading...