Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Warga Jepara Sudah Banyak yang Ingin Segera Divaksin, Tapi…

Salah satu vaksinator tengah menyuntik vaksin kepada warga. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Minat masyarakat Kota Ukir untuk mengikuti vaksinasi kian hari terus meningkat. Sudah sangat banyak warga Jepara yang ingin segera disuntik vaksin, bahkan antrean pendaftaran vaksin juga sudah panjang.

Namun, animo itu tidak didukung dengan stok vaksin yang cukup. Duwi (20), salah satu remaja asal Kecamatan Bangsri, Jepara mengaku kesulitan mendapatkan vaksin. Berkali-kali ia mencari di beberapa fasilitas kesehatan, namun selalu gagal mendapatkan vaksin.

“Kadang saya lihat ada pendaftaran, tapi saat mau daftar malah sudah penuh. Ini saya masih cari-cari lagi,” katanya, Rabu (25/8/2021).

Duwi saat ini sangat membutuhkan vaksin. Sebab, dia sudah ingin bepergian ke luar kota. Tetapi dia takut jika ada pemeriksaan petugas yang nantinya menanyakan sertifikat vaksin.

“Takutnya nanti kalau enggak punya kartu vaksin, malah disuruh putar balik,” ujar dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara Mudrikatun, mengaku tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, stok vaksin di Jepara bergantung pada dropping dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah.

Setiap kali menerima dropping vaksin, Mudrikatun langsung membaginya ke 22 Puskesmas. Pembagian itu didasarkan pada kebutuhan yang berbeda di masing-masing Puskesmas. Diketahui, vaksinasi di Jepara dipusatkan di Puskesmas-puskesmas.

Mudrikatun menyebut, vaksin yang diberikan kepada Puskesmas tidak hanya Sinovac. Melainkan vaksin Moderna, dan Astra Zeneca.

“Kalau yang Sinovac, memang kita utamakan untuk suntikan dosis kedua. Karena masyarakat yang sudah banyak divaksin dosis pertama pakai Sinovac,” jelas Mudrikatun.

Mudrikatun tak menampik adanya antrean cukup panjang pendaftar vaksinasi. Memang, pada kenyataanya kemampuan Puskesmas dalam vaksinasi terbatas.

“Banyak pendaftarnya. Perbandingannya misalnya kita hanya mampu melayani 100 dosis. Itu yang daftar bisa 150 sampai 200 orang. Tapi kita kan, bergantung pada kiriman vaksin dari provinsi,” imbuh Mudrikatun.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...