Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Gus Nur Bebas, Pengacara: Tidak Ada yang Berubah Dalam Menyampaikan Kebenaran

Gus Nur (DETIKCOM/Hilda Meilisa Rinanda)

MURIANEWS, Jakarta – Pendakwah Sugi Nur Raharja alias Gus Nur menghirup udara bebas dari Rumah Tahanan Bareskrim setelah menjalani hukuman 10 bulan penjara karena kasus ujaran kebencian terkait NU.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan membenarkan soal informasi bebasnya Gus Nur. “Iya benar, tadi telah dijemput oleh jaksa selaku eksekutor dari Kejari Jaksel jam 10 atau 11 tadi. Masa pemidanaannya telah habis,” ujar Kombes Ahmad.

Informasi itu juga dibenarkan salah satu pengacara Gus Nur di Jatim, Andry Ermawan. “Iya, sudah keluar, bebas hari ini. Ya kami senang karena tadi dikabarin tim (pengacara) di Jakarta tadi,” tutur Andry Ermawan, dikutip dari Detikcom, Selasa (24/8/2021).

Menurutnya, saat bebas, Gus Nur dijemput tim pengacara di Jakarta. Gus Nur bebas sesuai dengan vonis 10 bulan penjara yang diterimanya.

“Tadi dijemput sama tim pengacara perwakilan di Jakarta. Kalau remisi atau nggak, Gus Nur punya hak remisi. Tapi, kalau saya lihat, hitungannya sudah sesuai 10 bulan sesuai vonisnya,” terang Andry.

Andry mengungkapkan, setelah bebas Gus Nur tetap melanjutkan kegiatan dakwahnya. Dia juga mengungkapkan, apa yang dialami Gus Nur tidak akan membuatnya berubah.

“Kalau menurut Gus Nur tadi, dia sebagai pendakwah ya dia tetap akan berdakwah dan menegakkan amar makruf nahi mungkar. Itu saja pesannya. Dia juga tetap bersemangat dan tidak ada yang berubah dalam menyampaikan kebenaran,” tambah Andry.

Perlu diketahui, Gus Nur divonis 10 bulan penjara dan denda Rp 50 juta karena kasus ujaran kebencian dan permusuhan lewat sarana elektronik. Vonis itu dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Maret 2021.

Gus Nur sendiri sudah ditahap sejak ditangkap di Malang, Oktober 2020 lalu. Saat itu dia ditahan dan ditetapkan tersangka ujaran kebencian.

Kasus ujaran kebencian dan permusuhan lewat sarana elektronik bermula saat Sugi diwawancara oleh Refly Harun. Wawancara itu disiarkan dalam channel YouTube.

Atas vonis itu, Gus Nur sempat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta pada 2 Juni 2021. Namun upayanya itu ditolak dan Gus Nur menjalani hukuman selama 10 bulan pidana penjara.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...