Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Persipa Pati Bantah Pernah Negosiasi Kontrak Dengan Agung Fendy Erwanto

Persipa Pati, bantah pernah negosiasi dengan Agung Fendy Erwanto. (facebook.com/persipaofficial)

MURIANEWS, Pati- Pernyataan sepihak Agung Fendy Erwanto atas penolakannya terhadap tawaran Persipa Pati, ditanggapi serius oleh manajemen tim kebanggan warga Pati. Pemain asal Jepara itu, diakui sempat lolos seleksi Persipa tetapi tidak menunjukkan perkembangan signifikan sehingga tak masuk dalam daftar negosiasi.

“Kalau dibilang dia menolak Persipa, saya kira tidak ya. Dia memang sempat masuk mes, tetapi dalam perjalanan seleksi tidak menunjukkan progres yang maju sehingga tidak kami negosiasi,” ujar Asisten Manajer Persipa Agung Prasetyo, Selasa (24/8/2021).

Agung Fendy sempat berbicara di media ini setelah belum mencapai deal kontrak dengan Persiku Kudus. Dalam pernyataannya, dia menyatakan menolak tawaran Persipa berikut mengungkap gaji yang diajukan manajemen.

Tidak itu saja, pemain kelahiran 21 November 1999 tersebut juga mengungkapkan gaji pemain lokal di Persipa. Sontak, manajemen Persipa merasa perlu meluruskan lantaran informasi yang disampaikan tidak semuanya benar.

“Saya selaku asisten dari Mas Dian Dwi Budianto (Manajer Persipa) menanyakan kepada satu per satu pemain seleksi tentang gaji mereka jika nanti direkrut. Saat itu Agung Fendy menjawab minimal Rp 4 juta. Nilai itu saya diskusikan dengan manajer dan head coach, dan mereka menolak karena progresnya kurang bagus,” terangnya.

Karena itu dia menegaskan, manajemen Persipa baru sebatas bicara biasa dengan Agung Fendy berkait gaji sehingga bukan resmi negosiasi kontrak. Mengingat, performa dia dipandang seimbang dengan pemain lokal biasa, bahkan levelnya di bawah pemain Pati yang telah matang.

Asisten manajer Laksar Saridin pun meluruskan penyataan Agung Fendy tentang gaji pemain lokal Pati senilai Rp2,5 juta. Menurutnya, informasi itu menyesatkan lantaran pihaknya memberikan kompensasi bulanan sesuai standar kepatutan dan kelayakan.

“Gaji pemain itu urusan pemain bersangkutan dengan manajemen sehingga pemain lain tidak mengetahui besaran sebenarnya. Termasuk dikatakan gaji pemain non-lokal di Pati dipatok Rp4,5 juta, itu pun tidak benar. Karena ada pemain yang kontraknya lebih dari itu dan telah terbukti kualitas dan pengalamannya di Liga Indonesia,” tutupnya.

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Budi erje

Comments
Loading...