Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hampir Dua Tahun Tak Beroperasi, Tempat Wisata di Pati Sekarat

Wisata Alam Medani Pati. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Sejumlah tempat wisata di Pati Bumi Mina Tani tengah sekarat. Pasalnya, sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020 lalu hingga saat ini, objek wisata tidak diperbolehkan untuk beroperasi.

Belum lagi dengan adanya penerapan PPKM yang terus menerus diperpanjang oleh pemerintah pusat. Praktis, perekonomian dari sektor pariwisata juga lumpuh total.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Pati Krisno mengatakan, di Pati ada 26 objek wisata yang tergabung dalam Pokdarwis. Hingga saat ini, dari jumlah tersebut belum ada yang beroperasi.

“Padahal, pergerakan sektor ini tidak hanya menopang parisiwata, tetapi juga pergerakan ekonomi para pengelola dan pedagang yang ada di kawasan wisata. Kalau objek wisata tidak beroperasi, mereka juga tidak bekerja,” katanya, Selasa (24/8/2021).

Menurutnya, kondisi semacam ini sudah terjadi hampir dua tahun. Sehingga membuat objek wisata seakan akan hampir mati. Tak terkecuali juga pedagang yang mengais rezeki dari objek wisata.

“Ini sudah cukup lama. Kalau kondisinya seperti ini terus, bisa-bisa objek wisata sekarat,” tegasnya.

Dia menggambarkan, sekali pun objek wisata saat ini ditutup, tetapi pengelola harus tetap melakukan perawatan. Apabila tidak dilakukan perawatan, maka kondisinya akan lebih memprihatinkan.

Selain itu, untuk perawatan objek wisata ini juga butuh dana yang tidak sedikit. Sedangkan dari pemasukan tidak ada sama sekali. Sehingga terkadang pengelola harus mengeluarkan uang pribadi utuk merawat objek wisata.

“Ini sudah banyak dialami oleh teman-teman. Kalau objek wisatanya dibiarkan, nanti malah rusak semua. Terpaksa harus keluarkan ongkos pribadi untuk perawatan,” imbuhnya.

Pihakanya berharap agar pemerintah segara membolehkan wisata untuk buka, tentunya juga dengan protokol kesehatan ketat, karena masih situasi pandemi Covid-19.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...