Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kartu Merah Pertama di Inggris Musim ini, Brendan Rodgers Bela Pemainnya

Kartu merah pertama di Liga Inggris, terjadi di pertandingan West Ham Vs Leicester.(Leicester City Football Club | Facebook)

MURIANEWS, London- Pertandingan antara West Ham United Vs Leicester City, Selasa (24/8/2021) dinihari WIB, mencatatkan kartu merah pertama di Inggris untuk musim ini. Pemain Leicester City, Ayoze Perez dikeluarkan wasit setelan dinilai melakukan tackling kasar terhadap Pablo Fornals.

Terhadap hal ini, pelatih Leicester Brendan Rodgers menyatakan pembelaannya terhadap anak asuhnya itu. Menurutnya Ayoze Perez tidak sepenuhnya salah dalam insiden itu. Perkenaan kakinya ke kaki Fornals adalah ketidak sengajaan.

Wasit Michael Oliver sebenarnya tidak melihat persis kejadian ini. Namun dari pandangan VAR, pengadil pertandingan itu akhirnya mencabut kartu merah. Keluarnya Perez langsung berdampak bagi permainan Leicester City.

Sebelumnya para pemain Leicester termasuk kapten Kasper Schmeichel dan bintang lini tengah James Maddison memprotes keputusan wasit. Namun setelah dipertunjukan rekamab VAR, situasi mereda.

Meski demikian, pelatih Leicester, Brendan Rodgers masih tetap tidak menerimakan keputusan itu. Apalagi, kartu merah tersebut langsung membuat permainan timnya terkendala hingga akhirnya menderita kekalahan.

Usai pertandingan, Rodgers langsung membela pemainnya, saat melakukan jumpa pers. Perez menurutnya justru dilanggar lebih dulu dalam kejadian ini. Beberapa detik sebelumnya, Perez mengalami sentuhan, hingga membuat keseimbangan tubuhnya goyah, hingga selanjutnya pemain ini harus menginjak kaki Fornals.

“Pelanggaran itu, Ayoze sejujurnya mencoba untuk tetap berdiri tetapi dia tidak seimbang. Jika Anda melihatnya secara terpisah dan murni pada kontak, itu tidak terlihat bagus. Tapi jika Anda kembali ke bola kembali, ada pelanggaran terhadap Ayoze dan dia terpotong,” ujar Rodgers.

“Jadi dia terjatuh dan seharusnya mendapat tendangan bebas, dia kemudian tidak seimbang dan melakukan tekel. Di TV tidak terlihat bagus saat diperlambat. Ketika Michael [Oliver] tampil di layar di depan 60.000 orang, dia akan memberikannya,” tambahnya dengan sengit.

Berbeda dengan Rodgers yang membela mati-matian pemainnya, maka Gary Neville dan Jamie Carragher yang menjadi komentator TV, berlaku sebaliknya. Mantan pemain Inggris itu menilai kepytusan wasit sudah tepat.

“Sentuhan (dari Perez) tidak mengarah ke tempat yang dia inginkan. Dia tahu ada pemain yang datang ke arahnya. Saat Anda menontonnya, itu mengerikan, benar-benar mengerikan.Kami telah membicarakan sentuhan ringan VAR tetapi tidak ada profesional, VAR, cendekiawan, atau penggemar yang ingin melihat tantangan semacam itu,” ujar Neville.

“Anda mendengar erangan di stadion (setelah melihat tayangan ulang) yang menarik dan saya tahu para pemain Leicester mengeluh, tetapi jika itu melawan salah satu pemain mereka, mereka ingin pemain lawan diusir,” tambahnya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Daily Mail

Comments
Loading...