Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

54 Wajib Pajak Terdampak Pandemi di Kudus Diberi Diskon PBB

Loket pelayanan pajak di area Pemkab Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyiapkan stimulus pajak bagi pelaku usaha maupun masyarakat umum di Kota Kretek. Yakni dengan memberikan relaksasi pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) bagi wajib pajak yang terdampak pandemi COVID-19.

Mereka yang memerlukan relaksasi tersebut pun dipersilahkan melakukan pengajuan permohonan pada Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus.

Sampai saat ini, tercatat sudah ada sebanyak 55 wajib pajak pemohon yang mengajukan relaksasi. Para pemohon, kemudian diverifikasi untuk mendapatkan relaksasi.

“Hasilnya ada satu pemohon yang tidak kami kabulkan, selebihnya mendapat relaksasi atau pengurangan ketetapan pajak,” ucap Kabid Perencanaan dan Operasional Pendapatan Daerah, BPPKAD Kudus Famny Dwi Arfana, Selasa (24/8/2021).

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan kompensasi penghapusan sanksi administratif pajak kepada 38 wajib pajak yang melebihi batas waktu pembayaran.

Famny pun tak menampik banyak sektor usaha di Kota Kretek yang terdampak pandemi Covid-19, terlebih di gelombang kedua ini. Belum dengan adanya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga beberapa hari mendatang.

“Alasannya memang masih pandemi  Covid-19, kemarin juga ada PPKM Darurat dan PPKM Level 4, sehingga kami beri relaksasi ini, tahun lalu ada sebanyak 75 wajib pajak yang mengajukan dan kami beri relakasi,” kata dia.

Untuk nominalnya sendiri, Famny mengatakan BPPKAD memberi diskon atau pengurangan ketetapan pajak dengan bervariasi. Dengan nilai maksimal sebanyak 50 persen dari ketetapan pajaknya.

“Data hingga hari ini, yang paling besar adalah potongan sebesar Rp 18 juta dari ketetapan pajaknya sebesar Rp 60 juta,” jelasnya.

Realisasi PBB sendiri, kata dia, saat ini telah mencapai Rp 22,3 miliar dari target sebesar Rp 25,5 miliar. “Artinya sudah masuk seitar 87,52 persen dari target yang harus terpenuhi tahun ini,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...