Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sekolah Tatap Muka SMA di Jepara Tunggu Izin Gubernur Ganjar

Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Kabupaten Jepara telah turun status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level tiga menjadi dua. Meski demikian, hal itu tidak serta merta membuat pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat SMA bisa dijalankan.

Penurunan level status itu didasarkan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3 dan 4.

Tempo hari, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara telah membuka PTM di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, dan SMP. Tetapi, untuk tingkat SMA belum ada lampu hijau dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

“SMA itu kan, kewenangannya provinsi (Jateng, red). Sampai sekarang juga belum ada instruksi untuk dibuka PTM,” kata Bupati Jepara Dian Kristiandi, Selasa (24/8/2021).

Ditanya apakah pihaknya akan memohon pembukaan PTM untuk SMA Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Andi mengaku belum ingin. Sebab, pihaknya meyakini gubernur memiliki perhitungan tersendiri untuk membuka PTM SMA.

“Kemarin Vidcon (video conference, red) dengan Pak Gubernur. Disampaikan kalau ada yang seperti ini (pandemi, red), yang ditutup pertama kali pendidikan. Yang dibuka terakhir kali pendidikan,” ujar Andi.

Berdasarkan Inmendagri tersebut, batas maksimal PTM di wilayah level 2 adalah 50 persen dari kapasitas kelas. Di tingkat SMP, sudah berjalan PTM dengan pembatasan ketat 50 persen. Selain itu, PTM juga dimanfaatkan untuk pelaksanaan vaksinasi. “Kita tunggu saja keputusan dari gubernur,” tegas Andi.

Baca: Pembelajaran Tatap Muka di Jepara Berlangsung Hanya 120 Menit

Sementara Gubernur Ganjar Pranowo meminta daerah yang level PPKMnya turun agar tak euforia. Termasuk terburu-buru membuka tempat wisata dan PTM.

Ganjar menekankan seluruh daerah tidak sembarangan menggelar PTM. Semua pihak harus izin terlebih dahulu ke Provinsi Jateng jika hendak menggelar PTM di daerahnya masing-masing.

“PTM belum. Saya minta kalau ada yang mau PTM, lapor dulu ke kita. Jangan sampai ada sesuatu yang disiapkan massal tapi tidak siap. Bukan apa-apa, kita melihat vaksinnya untuk pelajar kan memang belum,” kata Ganjar, Senin (23/8/2021).

Baca: Beberapa Daerah di Jateng Turun Level PPKM, Ganjar: Jangan Euforia Dulu

Tak hanya sekolah yang ada di bawah kewenangan Pemprov Jateng, Ganjar juga meminta sekolah yang kewenangannya berada di tingkat kabupaten/kota melakukan hal yang sama. Bahkan, Ganjar sudah mendapat masukan dari beberapa bupati, bahwa pelaksanaan PTM harus seragam.

“Ada bupati yang bilang agar pelaksanaan PTM seragam. Sebab di satu tempat ada yang nekat PTM sementara daerah sebelahnya belum, yang timbul tidak enak. Maka mereka minta pedoman dari kita dan sudah kita siapkan,” ucapnya.

Ganjar mengatakan akan membuat surat edaran kepada bupati/wali kota terkait PTM tersebut. Surat edaran itu akan diberikan agar pelaksanaan PTM tidak asal-asalan.

Ganjar mengaku tak melarang daerah menggelar PTM, namun uji coba terlebih dahulu. Tidak boleh PTM dilakukan serentak tanpa ada pembatasan.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...