Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dehidrasi dan Hipotermia, Begini Kondisi Bayi yang Dibuang dengan Mulut Diplester di Wonogiri

Bayi perempuan ditemukan dalam kardus, dirawat di Puskesmas II Wonogiri, Selasa (24/8/2021). (Solopos-M. Aris Munandar)

MURIANEWS, Wonogiri — Bayi perempuan yang dibuang dalam kardus dengan mulut diplester di Wonogiri ternyata sempat mengalami dehidrasi dan hipotermia atau kedinginan, Selasa (24/8/2021).

Meski begitu, bayi yang diduga baru lahir satu harian tersebut saat ini dalam keadaan sehat setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas II Wonogiri.

Baca: Kejam! Bayi Perempuan Dibuang di Wonogiri, Dimasukkan Kardus dan Mulut Diplester

Bidan Puskesmas II Wonogiri, Sinta Rusitasari (36) mengatakan setelah dievakuasi oleh tim inafis Polres Wonogiri, bayi tersebut memang dibawa ke Puskesmas itu untuk dilakukan pemeriksaan.

“Saat ditemukan, lanjutnya, bayi tersebut terlihat lemas karena dehidrasi dan kedinginan. Selain itu, tali pusar bayi masih terdapat bercak darah karena tidak diklem,” katanya.

Tak hanya itu, lanjutnya, saat diperiksa juga masih ada kotoran bayi berwarna hitam. Hal itu wajar terjadi saat bayi baru pertama keluar.

“Sampai di Puskesmas sini langsung kami bersihkan, tali pusarnya juga. Kemungkinan baru satu hari,” ungkapnya.

Baca: Embat Motor Teman, Karyawan Hotel di Purwokerto Terancam Empat Tahun Penjara

Ia mengatakan berat bayi 2,3 kilogram, sedangkan panjang atau tinggi bayi 46 centimeter.

“Semua normal, cuma minumnya belum kuat. Tadi kami beri susu formula juga. Karena berat badannya kurang dikit,” ungkap dia.

Setelah dari Puskemas, kata Sinta, bayi akan dibawa ke klinik Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Klinik itu milik salah satu bidan di Puskesmas II Wonogiri. Hal itu sudah mendapatkan persetujuan dari Dinas Sosial, karena klinik yang mengampu harus resmi.

“Sesuai aturan, jika ada yang mau mengadopsi harus menunggu tiga bulan. Ada proses yang harus dilalui. Tadi sempat ada yang telepon dan datang ke sini berniat mau mengadopsi,” kata Sinta.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...