Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ditahan Kejati, Lurah Pasar Prambanan Klaten Diduga Selewengkan Dana Retribusi Rp 197,1 Juta

Pasar Prambanan. (Solopos.com)

MURIANEWS, Klaten – Lurah Pasar Prambanan atau kepala unit Pasar Prambanan Joko Sarjono akhirnya ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten, Senin (23/8/2021) siang.

Penahanan tersebut terkait dengan dugaan penyelewengan uang hasil retribusi di Pasar Prambanan hingga mengakibatkan kerugian senilai Rp 197,1 juta.

Sebelum ditahan, Joko Sarjono telah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejari Klaten, Selasa (3/8/2021).

Dikutip Solopos.com, Joko Sarjono diduga telah menggunakan uang hasil retribusi Pasar Prambanan saat menjadi lurah pasar atau kepala unit Pasar Prambanan dalam kurun waktu Januari 2014 hingga Maret 2017.

Sepanjang periode itu, Joko Sarjono mestinya menyerahkan sejumlah uang hasil retribusi di Pasar Prambanan ke kas daerah di Klaten. Namun, hal tersebut tak dilakukan Joko Sarjono.

Sebaliknya, Joko Sarjono justru diduga menggunakan uang senilai Rp 197,1 juta yang sudah terkumpul untuk membiayai kepentingan pribadinya.

“Hari ini, kami menahan Saudara Joko Sarjono selama 20 hari kedepan [dititipkan di sel tahanan Mapolres Klaten],” kata Kepala Kejari (Kajari) Klaten, Ari Bintang Prakosa Sejati, kepada Solopos.com, Senin (23/8/2021).

Ari Bintang Prakosa Sejati mengatakan Joko Sarjono dijerat dengan pasal berlapis. Atas perbuatannya, Joko Sarjono disangka melanggar pasal primair, yakni Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Subsidiairnya berupa Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No. 31/1999 sebagaimana telah di ubah dengan UU No. 20/2001 tentang Perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” katanya.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Klaten, Ginanjar Damar Pamenang, mewakili Kajari Klaten, Ari Bintang Prakosa Sejati, mengatakan penyidik Kejari Klaten telah memeriksa 18 saksi dan dua saksi ahli dalam pengusutan kasus tersebut. Pengusutan kasus dugaan penyelewengan uang hasil retribusi di Pasar Prambanan tersebut bermula dari laporan masyarakat.

“Tersangka sempat diperiksa oleh penyidik mulai pukul 10.00 WIB-11.00 WIB. Setelah itu langsung dilakukan penahanan. Selama diperiksa, tersangka kooperatif dan mengakui perbuatannya,” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...