Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Duh Senangnya, Siswa SD dan SMP di Grobogan Sudah Masuk Sekolah

Suasana PTM di SDN 12 Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan SMP di Grobogan mulai dilaksanakan Senin (23/8/2021) hari ini. Meski demikian, pelaksanaan PTM kali ini sifatnya masih terbatas. Di mana, siswa dalam satu kelas yang masuk sekolah diatur bergantian harinya.

Dalam PTM terbatas ini, para siswa, khususnya siswa baru dilatih mandiri tanpa didampingi orang tua. Para siswa baru ini hanya boleh diantar orang tuanya sampai depan pintu gerbang.

Sebelum pandemi, para orang tua atau walinya diperbolehkan menunggui anaknya saat hari pertama masuk sekolah, karena masih dalam masa penyesuaian di sekolah baru.

Namun pelaksanaan PTM kali ini orang tua tidak boleh mendampingi untuk menghindari adanya kerumunan di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat mengungkapkan, pelaksanaan PTM hari pertama di masa pandemi dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Di mana, semua siswa harus memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk kelas.

“Semua guru yang mengajar di sekolah sudah menjalani vaksinasi Covid-19,” katanya saat memantau PTM di SDN 12 Purwodadi.

Kemudian, kapasitas siswa juga dibatasi dan diatur jaraknya. Yakni, maksimal ada 16 siswa per ruang kelas.

“Para siswa diwajibkan membawa bekal makan dan minum sendiri karena tidak boleh jajan sembarangan. Pada pelaksanaan PTM ini, pembelajaran di setiap kelas hanya berjalan tiga jam saja,” sambungnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan PTM telah mendapat izin dari orang tua atau walinya. Bagi siswa yang tidak mendapat izin dari orang tua, maka bisa mengikuti pembelajaran secara daring.

Sementara itu, beberapa siswa SDN 12 Purwodadi merasa senang karena akhirnya bisa sekolah lagi. Sebelumnya, mereka harus mengikuti pelajaran secara daring dari rumah selama ada pandemi.

“Saya senang sekali akhirnya bisa sekolah. Soalnya, bisa ketemu guru dan teman,” kata Azka Arafa Rohman, salah satu siswa kelas 1.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...