Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Ditembak Petugas, Pelempar Batu Kaca Mobil Semarang-Kendal Ngaku Sudah Beraksi 289 Kali

Tersangka aksi pelemparan batu ke truk saat dihadirkan di Mapolda Jateng, Senin (23/8/2021). (Semarangpos.com)

MURIANEWS, Semarang — Anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng terpaksa menembak kaki Nur Hami terduga pelaku pelemparan batu ke kaca mobil angkut yang kerap beraksi di wilayah Semarang Raya.

Langkah itu dilakukan lantaran pelaku berusaha melarikan diri saat ditangkap di jalan raya Mangkang, Kota Semarang, Kamis (19/8/2021).

Direskrimum Polda Jateng, Kombes Pol. Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan, pelaku tertangkap setelah ada banyaknya laporan yang masuk terkait teror  lempar batu yang terjadi di wilayah Kendal, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang.

“Jadi pelaku ini sudah sangat meresahkan. Ia kerap beraksi melempar kaca kendaraan yang melintas dengan batu. Targetnya kebanyakan adalah kendaraan barang [truk],” ujarnya seperti dikutip Solopos.com, Senin (23/8/2021).

Ia mengungkapkan dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sudah beraksi sejak Desember 2019. Dalam kurun waktu itu, korban mengaku sudah beraksi di 289 lokasi yang tersebar di wilayah Kendal, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang.

Baca: Bahayakan Pengendara, Pelempar Batu ke Kendaraan di Jalan Semarang-Kendal Diringkus Polisi

“Namun laporan yang diterima di polres maupun polsek sekitar 195 TKP [tempat kejadian perkara]. Perinciannya, 118 TKP di wilayah Kendal, 76 TKP di Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang 1 TKP,” ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka mengaku mendapat perintah dari rekannya, AYT. Ia mendapat bayaran Rp 250 ribu untuk satu kali aksi di lokasi yang ditentukan AYT.

“Untuk saat ini AYT masih dalam pencarian. Ia kami masukkan dalam daftar pencarian orang [DPO],” jelas Djuhandani.

Akibat perbuatan tersebut tersangka pun dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 351 Ayat (2) dan (4)  KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Serta, Pasal 406 Ayat (1) KUHP dengan ancaman kurungan 2 tahun 8 bulan.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...