Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemkab Kudus Telah Kucurkan Rp 12,7 Miliar untuk Insentif Nakes RSUD Kudus

Nakes RSUD Loekmono Hadi Kudus melakukan perawatan di ruang isolasi khsusus RSUD Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus telah mengucurkan dana insentif tenaga kesehatan (nakes) penanganan Covid-19 di RSUD Loekmono Hadi Kudus sebesar Rp 12,7 miliar. Jumlah tersebut diperuntukkan kepada 2.052 penerima sejak September 2020 hingga April 2021 ini.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Eko Djumartono menyebutkan, jumlah tersebut telah ditransferkan ke masing-masing rekening penerima.

Tiap nakes menurut dia, menerima jumlah yang berbeda-beda sesuai dengan posisinya dalam penanganan Covid-19.

“Kami transferkan langsung ke mereka (nakes, red), nominalnya tergantung masa mereka merawat pasien Covid-19 dan jumlahnya juga sesuai Permenkes,” kata Eko, Senin (23/8/2021).

Lebih rinci, Eko merincikan untuk insentif nakes yang dikucurkan pada Nakes ASN adalah sekitar Rp 6,6 miliar, dengan jumlah penerima sebanyak 1.018 orang.

Sementara untuk nakes nonASN atau pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) adalah sebesar Rp 6,1 miliar, dengan jumlah penerima 1.034 orang.

“Mereka adalah nakes yang memang bertugas dalam penanganan Covid-19 dan memiliki surat tugas maupun surat rekomendasi,” kata Eko.

Terkait adanya dugaan pemotongan insentif nakes sendiri, Eko tak berbicara banyak. Pihaknya hanya memastikan dana insentif untuk nakes telah ditransferkan langsung ke masing-masing rekening nakes sesuai dengan aturan dari Permenkes.

Bupati Kudus HM Hartopo sebelumnya berkomentar jika pemotongan dana insentif Covid-19 untuk nakes di RSUD Kudus adalah karena solidaritas sesama nakes.

Dia mendapat keterangan jika pemotongan tersebut merupakan bentuk inisiatif nakes yang mendapatkan bagian supaya para semua nakes yang tidak mendapat insentif ikut kebagian.

Hartopo melanjutkan, menurut keterangan direktur RSUD, memang ada banyak tenaga kesehatan yang tidak terdaftar dalam sistem untuk menerima insentif. Padahal, mereka juga turut berperan serta dalam penanganan Covid-19.

“Nah itu teman-teman di sana ini punya inisiatif supaya mendapatkan semua, akhirnya yang dapat ini dengan komitmen bersama memberikan sedikit uang yang nantinya akan dibagi rata sama yang tidak dapat,” ujar dia.

Hanya memang, terkait nominal pemotongan dana insentif nakes Hartopo mengaku tidak mengetahuinya. “Berapa besarnya saya tidak tahu, yang penting garis besarnya itu saja,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...