Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO KAMPUS

Keren! Mahasiswa Unnes Sukses Bikin Program Pendeteksi Jantung Koroner dari Foto Wajah

Tim PKM Unnes saat berdiskusi dengan pembimbingnya terkait program pendeteksi jantung koroner melalui pendeteksi foto wajah. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Kelompok mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil membuat program pendeteksi penyakit jantung koroner melalui foto wajah.

Program yang mengandalkan kecerdasan buatan pemrrgraman komputer itu menjadi prestasi membanggakan mengingat jantung koroner merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia.

Berdasarkan data yang ada, sudah ada 17,9 juta orang meninggal karena penyakit jantung pada tahun 2016. Jika dipresentasekan, jumlah tersebut mencapai 31 persen dari total kematian di dunia.

Karena alasan tersebut, Yudha Andriano Rismawan mahasiswa angkatan 2018 ini mencoba inovasi baru dengan bantuan teknologi komputer.

Dibantu dengan Indah Novi Yarman (angkatan 2019), Agung Adi Firdaus (angkatan 2017) dan Galing Haris Fauzi (angkatan 2018), mereka mencoba membuat aplikasi berbasis website dengan memanfaatkan foto wajah yang diunggah secara realtime.

Inovasi yang dibuat di bawah bimbingan Anan Nugroho itu pun berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta Direktorat Belmawa, Dikjen Dikti, Kemdikbud Ristek RI dengan judul karya “Pengembangan Artificial Intelligence Diagnosis Penyakit Jantung Koroner untuk Menekan Risiko Kematian Berbasis Analisis Tekstur Wajah”.

Tim PKM Unnes menunjukkan program pendeteksi jantung koroner melalui pendeteksi foto wajah. (MURIANEWS/Istimewa)

Yuda yang juga Ketua Tim PKM-KC AI for Heart Unnes mengatakan, inovasi mendiagnosis penyakit jantung koroner itu menggunakan aplikasi berbasis website, dengan memanfaatkan foto wajah yang diunggah secara realtime.

“Inovasi kami ini diharapkan bisa menjadi alat bantu masyarakat dalam pendeteksian dini penyakit jantung koroner yang dapat diakses kapanpun dan di manapun dengan sangat mudah.” katanya, Senin (23/8/2021).

Sementara Pembimbing PKM Anan Nugroho menjelaskan, pihaknya bersama tim PKM telah melakukan studi literatur dari jurnal. Seperti, European Heart Journal sebagai jurnal kesehatan internasional bereputasi dan berfaktor-dampak tinggi (impact).

Di sana, mempublikasikan artikel-artikel yang menegaskan bahwa sejumlah facial features merupakan penanda risiko abnormalitas sistem kardiovaskular tubuh.

“Itu yang mendasari kami untuk mengembangkan sistem diagnosis penyakit jantung koroner. Ketersediaan data aset modal. utama untuk meningkatkan keakuratan sistem pengenalan pola. Mohon doa untuk kesuksesan program kami,” jelasnya.

Menurutnya, prorgam itu, mengombinasikan beberapa algoritma yang mempunyai akurasi tinggi dalam membuat sistem kecerdasan bauatan. Selain itu sistem yang digunakan sangat efisien karena hanya membutuhkan foto wajah untuk pendeteksian.

Sehingga, masyarakat juga diharapkan lebih sadar untuk memeriksakan kondisi jantung secara dini melalui teknologi kecerdasan buatan yang sangat efisien. Dengan tujuan untuk menekan angka kematian akibat penyakit jantung koroner di Indonesia bisa terwujud dan masyarakat semakin memperhatikan kesehatan jantungnya.

“Kami tentu berharap produk yang dihasilkan oleh Tim PKM-KC Kami bisa bermanfaat untuk masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan dan teknologi, serta lolos di Pekan Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2021.” Pungkasnya

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.