Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hari Pertama PTM di Jepara Dimulai dengan Vaksinasi, Bupati Beri Pengertian Pelajar yang Tak Mau Disuntik

Bupati Jepara mendampingi pelajar di SMPN 1 Tahunan Jepara saat vaksinasi. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Semua SMP di Kabupaten Jepara mulai Senin (23/8/2021) hari ini melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kesempatan ini dimanfaatkan untuk melakukan vaksinasi bagi pelajar.

Pantauan MURIANEWS, puluhan siswa di SMPN 1 Jepara dan SMPN 1 Tahunan pagi ini ikut vaksinasi dosis pertama di sekolahnya. Ada yang merasa takut karena mengira vaksin itu berbahaya. Ada pula yang tenang-tenang saja, karena menganggap vaksin sebagai hal biasa.

Melihat ada pelajar yang ketakutan, Bupati Jepara langsung mendampingi dan menghibur. Bupati meyakinkan kepada para seluruh pelajar bahwa vaksinasi tidaklah berbahaya.

Radina Dwi Listya Putri, siswa kelas IX SMPN 1 Jepara mengaku tidak takut. Orang tuanya pun sangat mendorongnya untuk ikut vaksinasi di sekolah. Supaya ia bisa bersekolah kembali dengan normal. Tidak dalam jaringan (daring) lagi.

“Tidak sakit (saat disuntik, red). Setelahnya juga saya enggak merasakan apa-apa. Saya mau (divaksin, red) biar bisa sekolah lagi,” kata Radina.

Selama pembelajaran daring, Radina mengaku sangat bosan. Kejenuhan itu dikarenakan banyaknya tugas dari guru.

Sementara itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi menyebut hari ini disediakan 1.500 dosis vaksin Sinovac. Vaksin itu disebar di seluruh kecamatan di Jepara. Karena stoknya menipis, tidak semua sekolah bisa melaksanakan vaksinasi hari ini.

Saat menanyai salah satu pelajar di SMPN 1 Tahunan, Andi mendapati siswa yang takut divaksin. Alasannya, saudara dari siswa itu memberi tahu bahwa vaksinasi itu sakit dan berbahaya.

“Awalnya dia ketakutan. Tapi setelah divaksin, saya tanya sakit apa tidak. Ternyata enggak,” ujar Andi.

Melihat realitas itu, Andi berharap agar pawa wali murid bisa memberikan pemahaman kepada anak-anaknya bahwa vaksin itu baik dan tidak berbahaya.

Tulung wong tua-tua (wali murid, red), bapak ibunya, kepada anaknya ini disemangati. Karena sebenarnya tidak ada rasa sakit. Dan itu sudah pasti aman karena dijaga oleh dokter,” tutur Andi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...