Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tiga Menteri Jokowi Kunjungi Blora dan Bojonegoro

Mensesneg Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menhub Budi Karya saat mengunjungi Bandara Ngloram Blora. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

MURIANEWS, Blora – Tiga Menteri Kabinet Indonesia Maju, yakni Menteri Sekretaris Negera (Mensesneg) Pratikno, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi kunjungi Kabupaten Blora dan Bojonegoro, Minggu (22/8/2021).

Mereka tiba di Bandara Ngloram Kabupaten Blora sekitar pukul 09.00 menggunakan pesawat jenis Jet tipe N 977 JH. Sesampainya di bandara, tiga menteri langsung meninjau, progres proyek pembangunan Bandara Ngloram di Cepu, yang ditargetkan beroperasi di tahun ini.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Dewadaru, Ariadi Widiawan, yang menjadi penanggungjawab penyelenggaraan bandara di Kabupaten Blora ini mengatakan pembangunan terminal penumpang sudah 100 persen dan filosofi bangunan sendiri diambil dari konten lokal.

“Pembangunan gedung terminal memang sudah 100 persen. Tinggal finishing saja dan sedikit pembersihan. Sedangkan jalan akses masuk yang baru juga sudah mulai dikerjakan,” ungkap Ariadi Widiawan.

Dia berharap Bandara Ngloram Blora segera beropasi. Nantinya, bandara tersebut melayani penerbangan regular dan penerbangan charter.

Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan dengan dibangunnya Bandara Ngloram, dia mewacanakan untuk pemindahan Stasiun Kereta Api Cepu untuk digeser di depan bandara. Pergeseran itu bertujuan agar terintegrasi menjadi intermoda transportasi kereta api dan udara.

“ini juga nanti akan kita koordinasikan lebih lanjut,” tutur bupati.

Di saamping itu, dia juga mengusulkan agar bandara tersebut diberi nama Abdurrahman Wahid. Meski begitu, pihaknya perlu meminta izin pada keluarga Presiden ke empat itu.

“Kalau keluarga sudah menyetujui baru kita proses pak gubernur bersama kami untuk mengusulkan kepada pak Menhub,” Tuturnya

Untuk target penerbangan pak menteri perhubungan mentargetkan oktober sudah ada penerbangan komersil yang ke blora ini.

“Langkah awal akan diundang pemda blora, bojonegoro, tuban, rembang, grobogan dan ngawi yang mengelilingi bandara itu untuk diajak koordinasi.” Tambahnya.

Tak hanya pemda, perusahaan perusahan seperti exxon, pertamina, dan perusahaan perusahaan yang ada di seputar blora termasuk semen juga bisa mengisi untuk pasar penerbangan ini.

“kementerian esdm pem akamigas dan ppsdm yang ada di cepu juga akan menjadi market penerbangan,” Katanya

Sesuai Keputusan Menteri Perhubungan, Nomor Km 31 Tahun 2019 tentang Penetapan Lokasi Bandara Ngloram, pembangunan Bandara Ngloram baik di sisi udara dan sisi darat akan dikerjakan dalam 4 tahap pembangunan.

Pada 2018, Bandara Ngloram adalah bandara milik PT Pertamina yang diserahkan oleh Kementerian ESDM kepada kepada Pemerintah daerah dan selanjutnya Pemda menyerahkannya kepada Kemenhub untuk dibangun menjadi bandara komersil.

Bandara Ngloram menjadi bandara komersial untuk menjadi alternatif konektivitas dan askesibilitas bagi masyarakat di Blora, Bojonegoro dan sekitarnya, yang diharapkan mampu meingkatkan perekonomian masyarakat di daerah yang dikenal menjadi pusat aktivitas industri perminyakan dan industri bisnis lainnya.

Kedepannya, aksesibilitas dari dan menuju Bandara Ngloram tidak hanya dapat diakses melalui jalan tetapi juga terintegrasi dengan moda kereta api. Rencannya akan dibangun moda transporasi kereta api menuju bandara melalui Stasun Kapuan, Cepu.

 

Kontributor Blora
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...