Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

BLK Kudus Kesulitan Cari Peserta Pelatihan dari Keluarga Buruh Pabrik Rokok

Praktik pelatihan mengelas di BLK Kudus belum lama ini. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pelatihan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun ini sudah dibuka sejak Jumat (13/8/2021) lalu. Namun, sehari jelang penutupan pada Minggu (22/8/2021) besok peminatnya masih sangat minim.

Jumlah pendaftar secara umum memang sudah mencapai 320 lebih. Namun khusus untuk pelatihan yang dibiayai dari DBHCT yang mensyaratkan harus dari keluarga buruh rokok, pendaftarnya masih sangat sedikit.

Seperti pelatihan operator komputer dari kuota 16 peserta, baru ada pendaftar empat orang. Kemudian, pelatihan menjahit pakaian baru diisi dua orang dari kuota 16 orang.

Begitu juga untuk pelatihan tata boga baru diisi delapan orang dari total kuota 16 orang. Untuk pelatihan make up artist diisi sepuluh orang dari kuota yang ditentukan 16 orang.

Sedangkan pelatihan otomotif mobil baru diisi dua pendaftar dari kuota 16 orang. Terakhir, pelatihan Las SMAW baru diisi empat orang dari kuota 16 orang.

Plt Kepala UPTD BLK Kudus Sri Riswanti mengatakan, aturan pelatihan yang bersumber dari DBHCHT ini memang berbeda. Sebab, hanya diperuntukkan bagi keluarga buruh rokok saja. Hal itu tertuang dalam perubahan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.07/2020.

“Kalau yang mendaftar itu sebenarnya banyak. Tetapi rata-rata masyarakat umum. Sedangkan peruntukan DBHCT itu untuk keluarga buruh rokok. Sehingga kami masih harus memverifikasi yang benar-benar dari keluarga buruh rokok,” katanya, Sabtu (21/8/2021).

Menurutnya, pihaknya merasa kesulitan karena peserta harus benar-benar dari keluarga rokok. Yakni suami, istri, atau anak. Peserta juga tidak diperbolehkan dari saudara keluarga buruh rokok.

“Jadi hanya diperbolehkan dari keluarga yang satu KK. Dari mereka yang di-PHK dari perusahaan rokok juga tidak masuk kriteria, sehingga kami kesulitan,” terangnya.

Keluarga buruh pabrik rokok yang hendak mendaftarkan diri masih ada kesempatan hingga Minggu (22/8/2021). Yakni mengisi formulir di laman https://bit.ly/pendaftaranDBHCHT2021.

Beberapa syarat yang harus diikut sertakan yakni fotocopy KTP sebanyak tiga lembar, fotocopy KK satu lembar, fotocopy ijazah satu lembar, materai 10 ribu satu lembar, dan pas foto 4 lembar berukuran 3×4 dengan latar belakang merah.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...