Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

FKUB Dukung Penuh Penutupan Semua Tempat Prostitusi di Pati

Lokalisasi Lorok Indah (LI) Pati nampak sepi. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Penutupan kawasan Lorok Lindah (LI) dan tempat-tempat prostitusi lain yang ada di Kabupaten Pati mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Tak terkecuali juga oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang sejak awal menginginkan adanya penutupan tempat maksiat tersebut.

Ketua FKUB Pati Dr Ah Choiron mengatakan, keberadaan tempat prostitusi di Bumi Mina Tani itu sudah sangat meresahkan masyarakat. Apalagi, ada lima tempat yang sering menjadi jujukan lelaki hidung belang. Sehingga, apabila tidak dilakukan tindakan tegas, dikhawatirkan akan berdampak sangat luas.

“Selain melanggar ketentuan, tempat prostitusi sudah lama meresahkan masyarakat. Ini langkah positif dari pemkab, dan sangat kami dukung,” ujarnya, Sabtu (21/8/2021).

Choiron menjelaskan, keresahan masyarakat sebagai dampak dari keberadaan tempat prostitusi belakangan kian meningkat. Mengingat, selain berpengaruh pada turunnya moralitas masyarakat, beroperasinya tempat prostitusi juga berpotensi memperparah penularan Covid-19.

“Dari sisi moral, implikasinya sangat jelas. Dalam agama, terutama Islam tidak membenarkan praktik prostitusi,” katanya.

Baca: Lokalisasi LI hingga Wagenan Pati Dijaga Ketat Tentara dan Polisi Usai Diputuskan Harus Tutup

Dia menjelaskan, praktik prostitusi merendahkan martabat manusia sehingga dilarang agama. Lebih dari itu, praktik terlarang tersebut juga merusak tatanan moral dan sosial masyarakat.

“Sebenarnya tempat prostitusi maupun tempat hiburan malam seperti karaoke di Pati selama ini sudah mengkhawatirkan. Jadi, langkah pemkab menutup tempat prostitusi dan karaoke yang menabrak aturan sudah tepat,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Haryanto menyebut penutupan tempat prostitusi didasarkan atas pelanggaran hukum. Selain itu juga berdampak negatif terhadap kesehatan, sendi-sendi kehidupan keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Keberadaan tempat prostitusi yang berskala besar, seperti LI dan Kampung Baru menurutnya, melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pati Tahun 2010-2030. Mengingat, lokasinya berada di lahan pertanian pangan berkelanjutan.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...