Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

OPINI

Baduy dan Hari Kemerdekaan

Moh Rosyid *)

PRESIDEN Joko Widodo berpidato pada Sidang Tahunan MPR/DPR dan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT RI ke-76, Senin 16 Agustus 2021 di Gedung MPR/DPR Senayan Jakarta. Dalam pidatonya, Jokowi memakai Jamang Hideung Kancing Batok yang merupakan pakaian adat harian masyarakat Baduy.

Pakaian itu hasil karya tetua adat Baduy juga Kepala Desa Kanekes, Lebak, Provinsi Banten, Jaro Saija. Pakaiannya terdiri sarung tenun motif poleng, lomar (ikat kepala), tas selempang/koja/tenun, dan sandal.

Siapa Jati Diri Masyarakat Adat?

Berdasarkan Konvensi ILO (organissi PBB di antaranya membidangi perlindungan sosial) Nomor 169 Tahun 1986, adat adalah aturan/norma tidak tertulis, keberadaannya mengikat, pelanggar adat diberi sanksi pimpinan adatnya.

Masyarakat adat (MA) adalah kelompok masyarakat yang memiliki jejak sejarah dengan masyarakat pra-penjajahan, berkembang di daerahnya, memelihara daerah leluhurnya dan identitas etnik pada generasinya secara turun-temurun bermukim di wilayah geografis tertentu.

Warga yang memiliki kekhasan tidak selalu menjadi MA karena (1) tidak ada sanksi bagi warganya yang melanggar aturan adatnya, (2) tidak memiliki identitas etnik karena hidup dengan masyarakatnya secara luas tidak terbatas, (3) tidak bermukim di wilayah tertentu. Wilayah khusus seperti masyarakat Baduy.

Makna dan Pesan

Dipakainya pakaian adat Baduy oleh Presiden Jokowi memiliiki ragam pesan. (semoga) Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat segera lahir menjadi UU. Undang-undang itu sebagai landasan untuk identifikasi, mana masyarakat adat dan mana yang hanya mengaku masyarakat adat karena ada yang beda padanya sehingga sekadar kebanggaan semu.

Kemudian pesan yang muncul yakni dipertahankan dan dimuliakan agar kebhinekaan Nusantara lestari dan haknya sebagai warga negara diprioritaskan negara.

Kemudian, nilai adiluhung yang diugemi/dipeganginya untuk contoh generasi milenial atas ketaatannya pada norma adatnya, tetua/sesepuhnya, dan tak terbawa arus negatif modernisasi seperti gaya hidup tidak sederhana/glamour, mencari penghasilan yang illegal, tidak lagi berperilaku jujur, dan mudah terprovokasi untuk menuntut pada pimpinan/negara tanpa karya nyata untuk bangsa.

Semoga ketangguhan warga Baduy dicontoh anak bangsa ini, sehingga negara makin tumbuh. Selamat merayakan kemerdekaan, wahai bangsaku. (*)

 

*) Dosen IAIN Kudus

Comments
Loading...