Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ribuan Ibu Hamil di Kota Semarang Mulai Divaksin

Salah seorang ibu hamil melakukan vaksinasi di Rumah Sakit Kariadi. Mulai Kamis 19 Agustus Kota Semarang sudah menggelar vaksinasi untuk ibu hamil. (Ayosemarang.com)

MURIANEWS, Semarang – Ribuan ibu hamil di Kota Semarang mulai divaksin Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi tersebut mulai digelar sejak Kamis (19/8/2021) kemarin.

Kepala Dinas Kota Semarang Abdul Hakam menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi ibu hamil ini digelar setelah keluarnya petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Di hari pertama vaksinasi, Hakam memaparkan ada 3.600 ibu hamil yang terdaftar. Semua jumlah ibu hamil itu sudah terdaftar dan sesuai dengan persyaratan yakni dengan usia kehamilan 13 minggu.

“Jadi semester kedua sampai semester ketiga. Harapannya memang, karena ini masuk di dalam kelompok rentan yaitu ibu hamil itu,” kata Hakam seperti dikutip Ayosemarang.com.

Untuk vaksin yang diberikan, kata Hakam, sebetulnya semua vaksin seperti Moderna, Sinovac, Pfizer itu boleh. Namun untuk saat ini yang disediakan oleh Pemkot Semarang adalah sinovac dan moderna.

“Tapi untuk moderna itu sebetulnya ada efek mual atau muntahnya, jadi kami hindari. Maka untuk keamanan yang kami pilih adalah Vaksin Sinovac,” tambahnya.

Jumlah 3.600 ibu hamil yang masuk kriteria itu, kata Hakam, ada beberapa yang sudah melaporkan jika sudah divaksin. Baik melalui Instagram pribadi Hakam maupun Dinas Kesehatan Kota Semarang.

“Jadi bila ada ibu hamil yang belum tahu info soal vaksin bisa langsung bilang saya lewat Instagram,” terang Hakam.

Vaksinasi ibu hamil di Kota Semarang ini sudah diselenggarakan di semua puskesmas. Kemudian ada juga di Rumah Sakit Kariadi.

Fokus Hakam terhadap vaksinasi ibu hamil ini berdasarkan pengalaman yang dia miliki. Terlebih bagi DKK sendiri, ibu hamil sudah jadi prioritas dari Januari sampai Agustus.

“Jadi selama Januari take off di bulan 1 Agustus, ibu hamil yang terpapar Covid-19 ada 639, kemudian ibu nifas ada 34, bayi 28, balita ada 142,” lanjut Hakam.

Apalagi di bulan Juli lalu ketika Covid-19 melonjak tinggi, kasus ibu hamil cukup banyak. Maka Hakam menyebut jika vaksinasi ibu hamil ini adalah salah satu upaya untuk tidak mengulangi insiden yang sama lagi.

“Bahkan ibu menyusui juga bisa dilakukan vaksinasi. Ibu menyusui kan masuk dalam nakes dan lansia, jadi boleh. Saat ini ibu menyusui sudah jalan vaksinasinya,” pungkas Hakam.

Sementara Rina, salah seorang warga yang melakukan vaksinasi ibu hamil di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kariadi mengungkapkan jika dirinya lega bisa divaksin. Awalnya dia cemas karena sedang hamil dan belum tentu kebagian jatah vaksin.

“Terima kasih karena sudah disediakan vaksin bagi ibu hamil. Semoga bisa membuat sehat saya dan anak di kandungan saya,” ujarnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Ayosemarang.com

Comments
Loading...