Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PENGAJIAN HUT SUKUN BARENG GUS MUS

Gus Mus Cerita Soal Amal yang Baik untuk Diri Sendiri dan Banyak Orang

Gus Mus memberi mauidhoh hasanah dalam Pengajian Virtual HUT PR Sukun, Kamis (19/8/2021). (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – KH Mustofa Bisri (Gus Mus) mengatakan ada dua amalan yang biasa dilakukan manusia. Yakni amalan yang baik untuk diri sendiri dan amalan yang baik untuk banyak orang. Lalu? Mana yang paling baik?

Hal ini diungkapkan dalam pengajian virtual yang diselenggarakan Perusahaan Rokok (PR) Sukun dalam rangka HUT ke-74 PR Sukun yang disiarkan di Youtube channel MURIANEWSTV dan PR Sukun, Kamis (19/8/2021) malam.

Gus Mus pun mencontohkan perbandingan antara seseorang yang melakukan ibadah haji berulang kali dengan orang yang merelakan tidak melakukan ibadah haji berkali kali namun membangun sebuah madrasah ataupun menyedekahkan hartanya.

Memang, lanjut Gus Mus, ketika ibadah haji seseorang mabrur, maka surga adalah ganjaranya. Namun, kebaikan tersebut hanya untuk diri sendiri saja.

Lain hal, ketika seseorang menyedekahkan hartanya atau membuat sebuah madarasah. Maka tentu akan bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri.

“Sudah sangat jelas ketika dibangunkan sebuah madrasah, amalannya akan jalan terus,” ujar Gus Mus.

Gus Mus juga menerangkan ada banyak amalan-amalan yang terlihat bersifat duniawi namun ternyata bernilai akhirat. Hanya, harus ada syaratnya. Yakni menyertakan Allah di tiap perbuatan tersebut.

Baca: Gus Mus: Amalan Duniawi Bisa Bernilai Akhirat Jika Libatkan Allah

Gus Mus pun mencontohkan jika seseorang pergi ke pasar untuk berdagang. Niatnya tentu sangat duniawi, yakni mencari keuntungan dan mendapatkan uang. Namun, ketika dilihat dari niatnya yakni untuk menafkahi keluarganya, itu jelas sangat bernilai akhirat.

“Karena menafkahi keluarga adalah perintah agama, akhirnya jadi ibadah dan tentunya bernilai akhirat,” terangnya.

Baca: 74 Tahun PR Sukun, Berdiri karena Ingin Ubah Nasib Tunakarya, Kini Serap Ribuan Pekerja

Gus Mus pun menerangkan jika apapun yag dilakukan asal melibatkan Allah di tiap perbuatan dan pekerjaan, maka akan bisa menjadi amal serta bisa menjadi ibadah pula. Sehingga bisa mendapat dua hal. Yakni ibadah dunia dan akhirat.

“Semua saja, apapun pekerjaannya di bawah nama Allah pasti akan jadi amalan akhirat. Beda hal jika hanya cari keuntungan dan dagang. Kita bisa meniatkan apa saja di dalam pekerjaan kita, Oleh karena itulah, seseorang harus pintar dalam berniat ketika menjalankan aktivitas,” jelas Gus Mus.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...