Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dua Pengedar Ganja Ditangkap Polisi di Semarang, Satu Diancam Seumur Hidup

Polrestabes Semarang menangkap 2 pelaku pengedar ganja di Kota Semarang. Kedua pelaku tersebut menanam ganja pada sebuah pot. (Ayosemarang.com)

MURIANEWS, Semarang – Dua orang pengedar ganja diringkus Satuan Reserse Narkoba Polrestabes. Kedua pengedar tersebut beriniaual EJM (36) dan MTA (31).

Dari tangan kedua pengedar tersebut, petugas mengamankan 1,06 kilogram ganja yang terdiri dari daun kering, biji, dan sejumlah pohon ganja yang ditanam di 2 pot yang berbeda.

Akibat perbuatannya itu, EJM dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 11 ayat (1) tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup. Sementara MTP terancam hukuman pidana 12 tahun dengan denda paling banyak Rp 8 miliar.

Wakapolrestabes Semarang, AKBP Iga DP Perbawa mengatakan, keduanya ditangkap di dua lokasi yang berbeda. Awalnya Satresnarkoba menangkap EJM di sebuah SPBU di Kota Semarang, Jumat (13/8/2021), sekitar pukul 16.30 WIB.

“Tersangka pertama kita tangkap di SPBU di Banyumanik Kota Semarang barang bukti 100 gram ganja. Lalu kita arahkan dan kita gelandang ke rumahnya di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang kita dapati uang tunai Rp 925 ribu, daun ganja seberat 726 gram berbentuk batang dan biji,” ujar Iga seperti dikutip dari Ayosemarang.com, Kamis (19/8/2021)

Kemudian untuk tersangka MTP ditangkap di Desa Sruwen Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang pada Sabtu (14/8/2021).

“Setelah tersangka pertama diamankan, Kanit Idik II Satres Narkoba AKP Vonny Farizky mengembangkan kasusnya dan kita tangkap tersangka kedua di rumahnya pukul 00.30 atau beberapa jam setelah EJM ditangkap,” jelas dia.

Untuk tersangka MTP polisi menemukan 2 pot plastik yang ditanami 3 pohon ganja dengan tinggi bervariasi mulai dari 10 cm hingga 60 cm dan biji ganja dengan berat 58,7 gram.

“Berdasarkan keterangan MTP, 3 pohon ganja yang diamankan berasal dari biji ganja yang diperoleh dari tersangka pertama pada saat mereka mengkonsumsi ganja bersama,” imbuh Iga.

EJP sendiri mengaku jika ganja tersebut dia beli dari akun Twitter @beruangmalas dengan harga Rp5 juta.

“Kasus ini masih bisa berkembang dari keterangan tersangka dan dari akun media sosial yang ternyata menurut pengakuan tersangka sering untuk jual beli ganja,” kata Iga.

Sedangkan untuk pelaku MTA mengaku jika pohon ganja yang dia tanam untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk dijual.

“Belum pernah panen, (pohon ganja) umurnya sekitar 3 bulan. Dipakai sendiri saja, enggak dijual belikan,” jelasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Ayosemarang.com

Comments
Loading...