Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ryan Jombang Belum Dieksekusi, Ditjen Pas Sebut Itu Kewenangan Kejagung

Ryan Jombang (Metro.news.viva.co.id/Nurcholis Anhari Lubis)

MURIANEWS, Jakarta – Nama terpidana mati kasus pembunuhan berantai dan mutilasi Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang kembali mencuat. Itu setelah dia dipukul terpidana kasus penganiayaan Habib Bahar bin Smith di Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat.

Pada 2012 lalu, Ryan mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung terkait vonis matinya itu, tapi ditolak. Kini, sudah 9 tahun berlalu, namun Ryan Jombang belum dieksekusi.

Kabag Humas dan Publikasi Ditjen Pas Kementerian Hukum dan HAM Rika Aprianti angkat suara tekait itu. Dikutip dari Detikcom, Rika menyebut eksekusi mati pada Ryan merupakan kewenangan Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Kalau masalah eksekusi, kami mengikuti dari Kejaksaan Agung, karena kewenangan untuk eksekusi bukan ada di kami, (tapi) ada di Kejaksaan Agung. Kalau kami hanya melaksanakan saja. Eksekusi kapan? Kita laksanakan, gitu,” jelas Rika, Kamis (19/8/2021).

Dia mengatakan, Ryan masih memiliki hak untuk mengajukan grasi pada Presiden Joko Widodo. “Saya masih cek nih masalah PK-nya, tapi yang pasti dia masih punya hak untuk grasi. Dan penempatan di lapas itu masih sesuai, karena hukuman mati itu ada di beberapa lapas,” kata Rika.

Rika mengemukakan, Ryan Jombang selalu mengikuti program pembinaan selama berada di Lapas Gunung Sindur. Perselisihan antara Ryan Jombang dan Habib Bahar juga telah diselesaikan.

“Kan selama ini Ryan mengikuti program pembinaan, tidak ada permasalahan selama ini juga. Adapun konflik itu kan, di luar saja di masyarakat kita itu yang namanya perselisihan ada apalagi di dalam lapas, ada perselisihan dua orang yang berbeda, ada berbeda pendapat, itu ada dimungkinkan, dari kemarin mereka sudah selesai, namanya juga perselisihan, terus salah paham, oke udah selesai damai, ini masih ribut di luar, sedangkan di dalam mereka udah oke-oke aja,” katanya.

Baca Juga: Habib Bahar Pukul Ryan Jombang, di Lapas Gunung Sindur

Ryan Jombang diketahui divonis hukuman mati pada 2009. Majelis hakim PN Depok menjatuhkan hukuman mati terhadap Ryan dalam sidang 6 April 2009. Ryan terbukti bersalah melakukan pembunuhan terhadap Heri Santoso di apartemen milik Novel (teman Ryan) di Margonda Residence, Depok. Ryan juga diketahui membunuh 10 orang yang dikubur di belakang rumahnya di Jombang.

Tidak terima, Ryan mengajukan banding dan kasasi. Namun di dua tingkat peradilan ini, majelis hakim tetap bersikukuh Ryan harus dihukum mati. Masih tidak terima, Ryan menggunakan upaya hukum luar biasa PK dan tetap kandas.

“Menolak PK Very Idam Henyansyah alias Ryan bin Ahmad,” tulis panitera MA dalam website MA, Senin (9/7/2012).

Perkara tersebut bernomor register 25 PK/PID/2012. Ryan diadili oleh majelis PK, yaitu Artidjo Alkotsar sebagai ketua serta dua hakim anggota Gayus Lumbuun dan Salman Luthan. “Diputus pada 5 Juli 2012,” terangnya.

Mengenai PK sendiri, Mahkamah Konstitusi (MK) pernah membatalkan Pasal 268 ayat (3) KUHAP yang membatasi pengajuan PK hanya satu kali. Gugatan itu dimohonkan mantan ketua KPK Antasari Azhar beserta istri dan anaknya.

Sehingga PK dapat dilakukan berkali-kali. Hal itu tertuang dalam putusan MK Nomor 34/PUU-XI/2013.

Akan tetapi, Mahkamah Agung (MA) kemudian menerbitkan Surat Edaran MA (SEMA) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengajuan Permohonan Peninjauan Kembali dalam Perkara Pidana. Edaran itu yang mengatur bahwa PK hanya bisa dilakukan satu kali.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...