Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Lokalisasi LI Ditutup, Bupati Pati: Kalau Dibiarkan Bisa Jadi Terbesar di Asia

Bupati Pati Haryanto. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Bupati Pati Haryanto mempunyai perhatian khusus atas penutupan lokalisasi Lorok Indah (LI) di Bumi Mina Tani. Dia mengaku, apabila bisnis haram itu dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan justru akan menjadi lokalisasi terbesar di Asia.

“Kalau dibiarkan jangan-jangan bisa jadi terbesar di Asia. Repot kita nanti. Orang luar negeri datang ke sini, bukannya wisata religi atau wisata alam, malah wisata seperti itu,” katanya, usai penandatanganan komitmen bersama penutupan LI, Rabu (18/8/2021).

Ia juga mengatakan bahwa sebagian besar yang memiliki bangunan di lokalisasi tersebut, bukan warga Pati, melainkan orang dari luar daerah. Bahkan pengelolanya sendiri, yakni Ketua Paguyuban Lorok Indah Mastur, juga bukan warga Pati. Dia berasal dari Kudus.

“Kalau tidak segera ditutup, Pati malah bisa menampung lebih banyak pelaku prostitusi dari luar daerah. Sebab lokalisasi di kota-kota besar sudah pada tutup. Antara lain Dolly di Surabaya dan Sunan Kuning di Semarang, sudah tidak operasional. Dikhawatirkan malah pada lari ke Pati,” ujarnya.

Pihaknya juga tidak ingin apabila Kabupaten Pati dikenal dengan “wisata malam” karena keberadaan LI tersebut. Sehingga, langkah penutupan ini dikatakan sebagai langkah final yang telah diambil olehnya.

Baca: Forkopimda Pati Sepakat Menutup Lokalisasi LI

Bahkan orang nomor satu di Pati itu sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) tentang pembentukan tim pencegahan dan penanggulangan prostitusi.

Haryanto mengatakan, berhubung para penghuninya sudah pulang ke kampung halaman, pihaknya kini tinggal berurusan dengan para pemilik bangunan di LI. Mereka sudah dipastikan tidak mengantongi perizinan. Terlebih juga melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Jadi hari ini kami deklarasi. Kemudian langsung ditindaklanjuti secara teknis oleh tim gabungan. Tentu terkait teknis pelaksanaannya, akan ada konsekuensi alokasi anggaran. Itu bisa diatur. Yang penting semua pihak satu suara. Saya minta tolong pada semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, untuk satu suara tentang penutupan ini. Saya yakin berjalan lancar,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...