Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bukan Nasi Jangkrik, Ini Nama Nasi Khas Buka Luwur Sunan Kudus yang Dibagikan ke Warga

Perewang tengah mengaduk nasi bakal jadi nasi uyah asem yang dibagikan ke warga Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Tradisi Buka Luwur Makam Sunan Kudus acap kali identik dengan pembagian nasi dan daging yang dibungkus dengan daun jati pada 10 Muharram. Mayoritas warga pun menyebut sajian tersebut dengan sebutan Nasi Jangkrik.

Sebelum pandemi, pihak Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) membuka antrean untuk masyarakat umum yang ingin mencicipi nasi khas buka luwur tersebut.

Namun saat pandemi seperti ini, pihak yayasan membagikannya melalui paguyuban pengelola punden di sembilan kecamatan.

Namun, siapa sangka, nama makanan dengan aroma khas daun jati yang dibagikan ke warga itu bukanlah Nasi Jangkrik. Melainkan, bernama Nasi Uyah Asem.

“Jadi sebenarnya ada dua menu khas dalam perayaan tradisi buka luwur Kanjeng Sunan Kudus. Yakni Nasi Jangkrik yang sering kali disebut Nasi Buka Luwur, dan satunya lagi adalah Nasi Uyah Asem, yang sebenarnya itu adalah nama aslinya,” ucap Humas Buka Luwur Sunan Kudus Muhammad Kharis, Rabu (18/8/20210.

Kharis Mengatakan, Nasi Jangkrik dan Nasi Uyah Asem adalah dua makanan yang berbeda walau penyajiannya sama-sama menggunakan daun jati dengan lauk daging kerbau atau kambing. Namun, pengolahannya berbeda.

Nasi Jangkrik, lanjut dia, nasi dengan tipikal basah. Biasanya ditambahi dengan kuah-kuah seperti kotokan tahu atau sayur tewel dan sambal. Sementara Nasi Uyah Asem, hanya berupa daging dengan bumbu sederhana dan nasi saja.

“Karena itulah yang dibagikan ke warga adalah nasi uyah asemnya, karena lebih tahan lama dari nasi jangkrik yang cenderung berkuah. Biasanya nasi jangkrik akan dibagikan ke ulama atau panitia dan perewang,” kata Kharis.

Di tahun 2021 ini sendiri, pihak yayasan telah menerima sumbangan untuk pembuatan nasi uyah asem yakni sebanyak 14 kerbau dan 69 kambing. Sementara untuk sumbangan berasnya, telah terkumpul 10.843 kilogram.

“Itu nanti akan kira-kira akan menghasilkan sekitar 20 ribu bungkus kecil nasi uyah asemnya,” ungkap Kharis.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...