Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

DPRD Jepara Desak Bupati Segera Jalankan Pembelajaran Tatap Muka

Siswa SMPN 6 Jepara dicek suhu sebelum mengikuti uji coba PTM beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Kabupaten Jepara masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Artinya, pembelajaran tatap muka (PTM) sudah bisa dilaksanakan meski hanya 50 persen.

Diketahui, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 34 Tahun 2021, disebutkan kabupaten dan kota di Jawa dan Bali yang masuk PPKM Level 3 bisa melaksanakan PTM terbatas, yakni maksimal 50 persen.

Sedangkan, untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) maksimal 33 persen dengan tetap menjaga jarak. Interval antarsiswa 1,5 meter dan maksimal lima siswa dalam satu kelas.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara Haizul Ma’arif meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara agar segera melaksanakan PTM. Pastinya dengan ketentuan di Inmendagri itu.

“Saya harap bupati bisa menindaklanjuti Inmendagri tersebut melalui kebijakan kepala daerah. Kesenian kan, juga sudah ada sedikit kelonggaran. Sehingga sektor pendidikan juga sama. Toh, nanti bisa dievaluasi lagi,” kata Gus Haiz, Rabu (18/8/2021).

Senada dengan Gus Haiz, Wakil Ketua DPRD Jepara, Pratikno, juga mendesak agar bupati segera menjalankan Inmendagri tersebut.

Sebelum memulai PTM, sekolah dapat melakukan simulasi. Itu juga dapat dimanfaatkan untuk mengecek kesiapan sarana prasarana guna menunjang penerapan protokol kesehatan.

“PTM terbatas juga bisa dimanfaatkan untuk percepatan vaksinasi, jadi anak-anak yang masuk sekolah juga bisa divaksin di sekolah,” kata Pratikno.

Saat ini Bumi Kartini beradi di zona Covid-19 dengan risiko sedang atau oranye. Kasus aktif saat ini tercatat hanya 159 kasus.

Hingga kini, akumulasi angka positif covid-19 sebanyak 17.946 kasus. Jumlah pasien yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 16.795 jiwa.

“Yang sudah kepingin sekolah masuk tidak hanya orangtua, tapi anak-anak juga. Kalau sekolah tidak segera dimulai kasihan mereka, anak-anak sudah jenuh,” tandas Pratikno.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...