Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Gaji Pemain Sudah Dipangkas, Tapi Utang Barcelona Masing Menggunung Rp22 Triliun

Joan Laporta menghadapi situasi berat, hutang Barca mencapai RpTriliun.(twitter.com/MalaysiaGazette)

MURIANEWS, Barcelona- Situasi klub Barcelona nampaknya masih jauh dari kata membaik, sejak dinyatakan mengalami krisis keuangan pada 2020 lalu. Pergantian Presiden Klub dari Joseph Bortomeu ke Joan Laporta, masih belum menunjukan tanda-tanda ke arah perbaikan yang nyata.

Pada kesempatan terakhirnya, Joan Laporta bahkan menyatakan hutang yang ditanggung Barcelona kini membengkak menjadi 1,35 miliar euro atau kurang lebih Rp22,8 Triliun. Tanggungan ini menjadi sesuatu yang berat bagi Laporta yang kembali menjadi Presiden Barcelona pada Oktober 2020.

Laporta mengambil alih tampuk pimpinan Barca pada Maret 2021 setelah memenangkan pemilihan umum usai pengunduran diri Josep Bartomeu dari kursi presiden Barcelona pada Oktober 2020.

Namun, di awal kepemimpinan periode keduanya Laporta harus menghadapi serangkaian krisis di luar lapangan. Salah satunya, Barca tengah berjuang untuk keluar dari masalah keuangan yang makin diperburuk oleh pandemi virus corona.

BACA JUGA: Hutang Barcelona Capai Rp22 Triliun, Diantaranya Harus Bayar Messi Rp658 Miliar

“Hingga 21 Maret 2021, utang klub sebesar €1,35 miliar. Bartomeu membuat lubang dalam jangka pendek dan menggadaikan klub dalam jangka panjang. Itu meninggalkan warisan dramatis bagi kami,” ungkap Laporta, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (17/8/2021).

“Untuk utang awal sebesar €617 juta, anda harus menambahkannya €389 juta untuk pemain, €90 juta dalam proses pengadilan, €79 juta terkait hak siar televisi, dan €56 juta dari proyek ‘Espai Barca’. Totalnya adalah €1,35 miliar,” tambahnya lagi.

Apa yang terjadi di Barcelona, terkait situasi keuanganya bahkan membuat mereka akhirnya kehilangan Lionel Messi. Megabintang ini akhirnya pergi ke PSG, setelah Barcelona menyatakan tidak bisa melanjutkan negosiasi mereka.

Upaya Barcelona untuk mengatasi situasi keuangan mereka dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan melakukan pemangkasan gaji pemain. Kebijakan ini, meski dipastikan sangat merugikan pemain, tetap diterima oleh para pemain.

Laporta menyatakan terima kasih kepada para pemain, terutama para kapten Barcelona yang sudah menerima kebijakan pemangkasan gaji tersebut. Kesediaan mereka menerima pemangkasan gaji sedikit bisa membuat keuangan Barcelona bisa berjalan.

Empat kapten Barcelona, masing-masing Gerard Pique, Sergio Busquets, Jordi Alba, dan Sergi Roberto dilaporkan telah menerima pemotongan gaji. Diawali oleh Gerard Pique, kebijakan itu juga diterima oleh Sergio Busquets dan Sergi Roberto.

Jordi Alba sementara masih dalam proses pembicaran dengan klub, dengan etiket baik sudah menyatakan bersedia dipangkas gajinya. Hal itu merupakan pengorbanan yang diberikan pemain untuk membantu kesulitan klub.

“Kami senang kami menyelesaikannya dengan Pique dan kami sangat berterima kasih. Beberapa pemain lebih dari sekadar pemain. Pique adalah pria yang mencintai Barca di atas segalanya. Dia melihat bahwa kami berada dalam situasi yang sulit dan dia melakukan sesuatu yang pantas dipuji,” kata Laporta.

Laporta juga menegaskan, negosiasi pemangkasan gaji masih berjalan. Pihaknya sangat memahami, dalam situasi ini para pemain tentu tidak akan suka dengan kebijakan yang disodorkan.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...