Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PMII Kudus Diajak Tangkal Hoaks Pemecah Belah Bangsa

Iptu Subhan dalam memberikan materi untuk PMII Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kudus diajak untuk merasa menjadi orang yang beruntung, yakni dengan cara menjadi mahasiswa yang bermanfaat di manapun berada. Termasuk bermanfaat bagi negara dengan menjadi agen penangkal berita palsu atau hoaks.

Ajakan tersebut disampaikan Kanit Keamanan Khusus Satintelkam Polres Kudus Iptu Subkhan dalam menjadi pemateri Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan PMII Kudus, Sabtu (15/8/2021).

Ia menjelaskan, stigma pemuda ataupun mahasiswa yang idealis, dan belum terbebani dengan beban sejarah menjadikan mereka bebas menempatkan diri dalam posisi yang terbaik. Mereka, adalah penyampai kebenaran, agen perubahan, dan generasi penerus masa depan.

“Dengan menyadari posisi dan potensinya, maka mahasiswa akan menjadi salah satu unsur garda terdepan dalam bela negara. Sehingga bila ingin berhasil membangun negara maka bangunlah komunitas pemuda atau mahasiswa sekarang, yang beberapa tahun ke depan bisa berhasil membangun bangsa negara,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan ingin memecah belah para pemuda atau mahasiswa. Melalui propaganda atau hoaks yang bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan, dengan memanfaatkan ketergantungan pada internet ataupun media sosial.

“Dengan memberikan konten media sosial yang sifatnya membenturkan negara dan agama, kemudian menjadikannya sebagai isu utama, maka hal itu akan menjadi bola es yang akan membuat generasi muda terkikis rasa cinta Tanah Air dan sikap bela negaranya,” ucapnya.

Untuk itu, menurutnya sangat dibutuhkan benteng dari kalangan pemuda ataupun mahasiswa yang bisa mengantisipasi hal tersebut. Supaya rasa cinta Tanah Air dan sikap bela negara tidak mudah terkikis.

Selain itu, pemuda dan mahasiswa juga diharapkan bisa membantu menyelesaikan problematika bangsa saat ini tentang pandemi Covid-19.

“Caranya dengan memberikan kontra narasi terhadap propaganda dan hoaks yang berkembang dan juga melakukan langkah nyata dalam penanganan Covid-19 atau kegiatan sosial lain,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...