Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mau Minta Maaf, Pelaku Penyebar Selebaran Ajakan Penjarahan di Blora Dibebaskan dan Diberi Sembako

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama menyerahkan paket sembako ke pelaku penyebaran selebaran provokatif. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

MURIANEWS, Blora – Sebanyak 24 pelaku penyebaran selebaran yang berisi ajakan untuk melakukan kerusuhan dan penjarahan di Blora diamankan polisi. Mereka kini pun menyatakan minta maaf dan kini dibebaskan.

Permintaan maaf itu dilakukan secara tertulis yang ditujukan kepada kepada Presiden, Kapolri, Gubernur, Kapolres, Bupati, Dandim dan seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Blora telah membuat resah, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Bupati Blora Arief Rohman dalam jumpa pers di Mapolres Blora, Kamis (12/8/2021) mengajak para pelaku penyebar selebaran provokatif itu bersama sama membangun Blora, dan memberikan paket sembako kepada mereka.

“Mereka kan warga kita juga, jadi kita akan bersama sama memberikan pembinaan, memberikan pemahaman kepada mereka semua. Ini kita berikan sembako kepada mereka semua,” katanya.

Ditempat yang sama Dandim 0721/Blora Letkol Inf Andi Sulistiyo Kurniawan Putro menyatakan mendukung upaya pembinaan kepada mereka melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta pemerintah desa setempat.

Surat permintaan maaf dari paa pelaku penyebar selebaran provokatif ditunjukkan bupati, kapolres dan dandim Blora. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

Paket sembako tak hanya diberikan kepada para pelaku saja, tetapi juga warga di sekitar desa mereka yang membutuhkan bantuan.

Sementara Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama mengatakan 24 pelaku tersebut adalah warga yang memiliki pemahaman yang salah. Mereka secara spontan berkumpul di rumah Samijo yang memiliki nama kecil Suro Sentiko Samin, seorang dukun desa setempat.

“Jadi awalnya warga ini berkumpul di rumah Samijo (70), secara spontan memiliki ide, dan ditulis dalam bahasa Jawa. Dalam tulisan itu disebutkan bahwa semua aset negara adalah milik nenek moyang, dan akan diminta kembali dengan cara melakukan penjarahan,” ujarnya.

Baca: Selebaran Ajakan Penjarahan Beredar di Blora, 24 Orang Dibekuk Polisi

Kapolres menambahkan, mereka mulai melakukan aksi itu pada Senin (10/8/2021) dengan memperbanyak tulisan tangan itu sebanyak 1.500 lembar, dan disebar di delapan kecamatan di Kabupaten Blora.

“Kami mendapat laporan kemudian tiim bergerak mekakukan penyelidikan, Selasa (11/8/2021) kami amankan 24 pelaku penyebar selebaran iti di tiga lokasi,” jelasnya.

Setelah dilakukan penyelidikan dan koordinasi dengan forkompimda ke 24 pelaku akhirnya dilepaskan, dengan syarat membuat peryataan minta maaf kepada Pemerintah dan publik yang diwakili oleh Samijo dan Rohmat.

 

 

Kontributor Blora
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...