Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tahun Ini Tak Ada Antrean Pembagian Nasi Jangkrik Khas Buka Luwur di Menara Kudus

Makam Sunan Kudus tengah tak berselimut luwur dalam rangkaian tradisi Buka Luwur. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) kembali memutuskan untuk meniadakan antrean pembagian nasi jangkrik dalam tradisi buka luwur Makam Sunan Kudus di tahun 2021 ini. Alasannya, adalah karena pandemi Covid-19 yang masih terjadi Kota Kretek.

Walau demikian, pembagian nasi jangkrik tetap akan dilaksanakan pihak yayasan. Yakni dengan cara membagikannya dari rumah ke rumah di sekitaran kompleks Masjid Menara. Serta membagikannya secara terpisah di sembilan kecamatan di Kudus

Humas kegiatan tradisi buka luwur Makam Sunan Kudus Muhammad Kharis mengatakan, perayaan tradisi buka luwur pada tahun ini memang digelar cukup sederhana. Mengingat banyaknya sederet protokol kesehatan yang harus ditaati panita penyelenggara.

“Tahun ini acaranya lebih sederhana. Karena masih masa pandemi covid-19, seluruh rangkaian prosesi tradisi buka luwur dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat,” katanya, Selasa (10/8/2021).

Panitia sendiri, kini telah membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk acara buka lurwur Kanjeng Sunan Kudus. Para pemberi sedekah nantinya akan diberikan brekat salinan berupa nasi uyah asem di acara puncaknya

“Seperti khasnya, isinya nasi putih dan olahan daging kerbau yang dibungkus dengan daun jati,” ujarnya.

Tradisi buka luwur sendiri sudah dimulai sejak penjamasan pusaka Sunan Kudus. Kemudian dilanjutkan dengan pelepasan luwur di area Makam Sunan Kudus.

Baca: Setahun Sekali Makam Sunan Kudus Tak Berselimut Luwur, Makin Terlihat Nilai Historisnya

Luwur yang dibuka, diganti dengan kain baru. Proses pemasangan luwur baru ini akan dilakukan pada 10 Sura  (Muharram) mendatang.

Untuk motif kainnya, terdiri dari motif untuk, motif kompol, motif melaten, motif wiru, dan motif ranjam. Motif tersebut dibuat dengan kualitas kain yang berbeda. Pemasangannya juga memiliki tempatnya sendiri-sendiri.

Seperti motif ranjam diletakkan di area dalam. Motif kompol yang diletakkan di pojok-pojok makam. Serta motif melaten yang digunakan untuk menghias bagian dalam. Dan motif waru yang digunakan untuk menutup.

Sedang luwur lama yang dipasang tahun lalu, akan dibagikan ke warga sekitar kompleks masjid. Kain dari makam Sunan Kudus ini banyak yang mempercayai mempunyai berkah tersendiri.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...