Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Polisi Dalami Dugaan Peretasan Lelang Proyek Gedung IBS RSUD Kudus

IGD RSUD Loekmono Hadi Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kasus diretasnya lelang proyek pembangunan gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Loekmono Hadi Kudus mulai didalami pihak kepolisian. Hal tersebut dikarenakan pihak Pemerintah Kabupaten Kudus telah melakukan pelaporan secara resmi terkait masalah ini.

“Setda sudah melaporkan dugaan peretasan itu, kemudian akan segera kami tindak lanjuti laporan tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David, Selasa (10/8/2021).

Hanya memang, pihak kepolisian masih akan mendalami terlebuh dahulu laporan tersebut. Untuk kemudian dilakukan pengumpulan sejumlah data dan dokumen pendukung perihal laporan itu.

“Baru setelahnya kami berencana meminta keterangan sejumlah pihak terkait dengan lelang proyek pembangunan gedung IBS RSUD Kudus tersebut,” jelas David.

Bagian Pengadaan Barang Jasa (PBJ) Setda Kabupaten Kudus sendiri telah melaporkan dugaan peretasan sistem lelang gedung IBS ke pihak berwajib. Baik pihak kepolisian maupun kejaksaan.

“Kami sudah melaporkan baik ke kejaksaan maupun kepolisian, namun bukan atas nama perseorangan atau instansi, hanya pelaporan adanya dugaan sistem diretas,” ucap Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa Setda Kabupaten Kudus Doni Tondo Setiaji.

Baca: Diduga Diretas, Lelang Pembangunan Gedung IBS RSUD Kudus Senilai Rp 29 Miliar Dibatalkan

Pihaknya, juga telah melakukan verifikasi ke Direktorat Pengembangan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Dengan hasil memang benar ada dugaan sistem lelang secara elektronik diretas.

“Rencana Polres Kudus kemarin hendak meminta keterangan, namun belum ada pemberitahuan untuk itu,” tandasnya.

Diketahui, rencana proyek pembangunan gedung IBS sendiri saat ini tertunda karena proses lelang dibatalkan oleh Bagian Pengadaan Barang Jasa (PBJ) Setda Kudus. Ini menyusul adanya peretasan dalam sistem lelang elektronik atas proyek yang nilainya mencapai Rp 29 miliar itu.

Lelang tersebut sendiri hampir mencapai tahap akhir karena PT Bina Artha Perkasa dari Semarang ditetapkan sebagai pemenang. Namun belum sampai proses penandatanganan kontrak.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.