Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dituntut 11 Tahun Penjara Karena Korupsi Bansos, Juliari Minta Diampuni dan Dibebaskan

Juliari P Batubara (tengah) saat melakukan kunjungan kerja di Kota Semarang pada 21 November 2019. (foto : Semarangkota.go.id)

MURIANEWS, Jakarta – Eks Menteri Sosial Juliari Batubara meminta dibebaskan dari tuntutan dan dakwaan. Dia mengaku menyesal karena telah menyusahkan. Itu diungkapkan saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang perkara korupsi bansos Covid-19 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (9/8/2021), secara daring.

Juliari memohon belas kasihan dari majelis hakim dalam menjatuhkan vonis nanti. Juliari menyampaikan dia adalah kepala keluarga yang masih dibutuhkan anak-anaknya yang masih kecil.

“Dalam benak saya, hanya majelis hakim Yang Mulia yang dapat mengakhiri penderitaan lahir dan batin dari keluarga saya yang sudah menderita, tidak hanya dipermalukan tapi juga dihujat untuk sesuatu yang mereka tidak mengerti. Badai kebencian dan hujatan akan berakhir tergantung dengan putusan dari majelis hakim Yang Mulia,” katanya.

“Oleh karena itu, permohonan saya, permohonan istri saya, permohonan kedua anak saya yang masih kecil-kecil serta permohonan keluarga besar saya, pada majelis hakim Yang Mulia. Akhiri lah penderitaan kami ini dengan membebaskan saya dari segala dakwaan,” tutur Juliari, seperti dikutip dari Detik.com.

“Doa kami, semoga kebaikan majelis hakim Yang Mulia mendapatkan imbalan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Sekali lagi terima kasih yang setulusnya atas keadilan yang diberikan majelis hakim Yang Mulia kepada saya keluarga saya,” tambahnya.

Baca Juga: Eks-Mensos Juliari Dituntut 11 Tahun Penjara

Seperti diketahui, Juliari Batubara dituntut 11 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subside 6 bulan kurungan dalam perkara korupsi bansos Covid-19. Jaksa meyakini, Juliari menerima suap sebesar Rp 32,4 miliar berkaitan dengan bansos Corona di Kemensos.

Selain itu, Juliari juga dituntut membayar uang pengganti Rp 14,5 miliar serta hak politik untuk dipilih dicabut selama 4 tahun. Juliari diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Di kesempatan itu, Juliari juga meminta maaf ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputeri. Ia mengaku lalai tidak mengawasi program bansos ini.

Baca Juga: Plt Jubir KPK: Tuntutan Pada Juliari Berdasarkan Fakta Hasil Persidangan

“Saya secara tulus ingin mengucapkan permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya, kepada Presiden RI Joko Widodo atas kejadian ini, terutamanya permohonan maaf akibat kelalaian saya tidak melakukan pengawasan yang lebih ketat, terhadap kinerja jajaran di bawah saya, sehingga harus berurusan dengan hukum,” ujar Juliari, yang mengikuti.

“Perkara ini tentu membuat perhatian bapak presiden sempat tersita dan terganggu. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa selalu melindungi Bapak Presiden dan keluarga,” lanjut Juliari.

Baca Juga: KPK Tetapkan Mensos Juliari Jadi Tersangka Kasus Korupsi Bansos Covid-19

Selain ke Jokowi, Juliari Batubara meminta maaf ke Megawati. Juliari menyesal telah mencederai kepercayaan Megawati.

“Kepada yang terhormat Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan beserta jajaran DPP PDI Perjuangan di mana sejak tahun 2010 saya dipercaya sebagai pengurus DPP PDI Perjuangan, saya harus menyampaikan permohonan maaf secara tulus dan penuh penyesalan. Saya sadar bahwa sejak perkara ini muncul badai hujatan dan cacian datang silih berganti ditujukan kepada PDIP,” kata Juliari.

Juliari mengaku yakin PDIP bisa bertahan di tengah hujatan karena perkara bansos. Dia yakin PDIP tetap dicintai masyarakat. “Saya yakin sebagai partai nasionalis yang bertahun-tahun yang berada di garda terdepan dalam menjaga 4 pilar kebangsaan, serta cita-cita pendiri bangsa saya sangat yakin PDIP akan tetap dibutuhkan dan dicintai segenap rakyat Indonesia,” tuturnya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...