Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bekam Pakai Tanduk Kerbau di Kudus Ini Bisa Bayar Seikhlasnya, Hari Minggu Gratis

Warga tengah menjalani proses bekam tanduk kerbau di Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Bekam yang memakai tanduk kerbau merupakan salah satu pengobatan alternatif  tradisional yang hingga kini masih banyak dimanfaatkan masyarakat. Teknik pengobatan ini, disebut-sebut bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Pengobatan alternatif bekam tanduk, juga terdapat di Kudus. Yakni di Gubuk Sholawat, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Di tempat ini siapapun yang berobat dengan teknik bekam ini boleh membayar seikhlasnya. Bahkan di hari Minggu justru digratiskan.

Pemilik dan terapis bekam Arif (43) mengatakan, pengobatan alternatif itu merupakan warisan dari keluarganya. Ia menjadi generasi kedua yang kini telah menekuni pengobatan bekam tanduk tersebut semenjak 15 tahun lalu.

Namun, dia sempat menghentikan pengobatannya karena harus menjalankan usaha transportasi keluarga. Sekitar 2,5 tahun lalu, akhirnya dia mulai menekuni kembali pengobatan alternatif tersebut.

“Ayah saya selain bekam juga punya usaha truk, jadi waktu itu melanjutkan usaha itu dulu. Saya sempat jadi sopir. Baru 2,5 tahun mulai lanjutkan pengobatan alternatif bekam tanduk lagi, ” katanya, Senin (9/8/2021).

Proses bekam tanduk yang ada di Gubuk Sholawat Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Ia menjelaskan, teknik bekam tanduk tak jauh berbeda dengan bekam pada umum. Sekujur tubuh pasien, terlebih dahulu dioles dengan minyak hasil racikan sendiri.

Penggunaannya pun berbeda, ada minyak panas untuk penyakit ringan dan minyak super panas untuk kategori penyakit berat.

“Minyak panas itu dioleskan untuk yang pegal-pegal, masuk angin, darah tinggi, hingga sendi terasa sakit. Dan yang minyak super panas biasanya dioleskan untuk penderita gejala stroke atau stroke ringan,” jelasnya.

Setelah dioles minyak, tanduk kerbau akan dibakar pada lubang dasar dan menempelkannya ke kulit pasien.

“Prosesnya sekitar  15 menit, tapi sebelum selesai, tanduk dilepas sebentar dan ditusukkan jarum agar darah kotornya bisa keluar. Jarum yang saya gunakan setiap satu pasien itu ganti baru, jadi tidak bekas,” ungkapnya.

Cara tersebut, lanjut dia, selain mengeluarkan darah kotor dan angin yang masuk kedalam tubuh, juga bisa mengurangi tekanan darah tinggi pada pasien.

“Jadi sebelum dibekam, juga saya tes tekanan darah pasien. Nanti darah kental pasien akan keluar setelah dibekam” ujarnya.

Kini, dalam sehari dia bisa melayani hingga enam pasien, namun terkadang juga tidak ada pasien yang datang. Dia juga tak pernah mematok tarif dalam pengobatan bekam tanduk kerbau itu.

“Kalau hari minggu saya gratiskan yang mau bekam. Hitung-hitung pengobatan ini untuk membantu sesama, jadi memang tidak mematok tarif,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...