Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kudus Kembali Longgarkan Aturan PPKM, Pelaku Seni Boleh Manggung Lagi

PAMMI Kudus usai beraudiensi soal kelonggaran PPKM. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kembali melunakkan kebijakannya dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di level 3 ini. Kali ini, pekerja seni dan orkes melayu mendapat lampu hijau untuk tampil dan mengambil tawaran kerja lagi.

Pemkab Kudus sebelumnya telah mencabut kebijakan pemadaman lampu penerangan jalan umum (LPJU) serta melonggarkan penyekatan sejumlah ruas jalas di Kota Kretek.

Pemkab, kemudian juga memberi lampu hijau kepada swalayan dan mal nonsembako untuk beroperasi kembali dengan sejumlah pembatasan. Begitu juga dengan restoran dan PKL, mereka juga boleh membuka kembali layanan makan di tempat.

“Di level 3 ada kelonggaran hajatan bisa dilaksanakan dengan tamu maksimal 20 orang, hanya memang tidak ada aturan untuk pekerja seni. Saya sih monggo silahkan asal prokesnya dijaga,” ucap Bupati Kudus HM Hartopo usai beraudiensi dengan pelaku seni di Kudus, Senin (9/8/2021).

Walau demikian, Hartopo menegaskan pihaknya hanya mengizinkan kegiatan seni yang bersifat indoor atau dalam ruangan saja. Sementara yang berada di luar ruangan apalagi di lapangan, masih belum diizinkan.

“Jangan dulu kalau itu, nanti mengundang banyak yang mampir, kalau orkes tunggalkan biasanya dua sampai tiga orang saja itu tidak masalah, yang penting terus pakai masker yang nyanyi juga pakai face shield,” ujar dia.

Pihaknya pun berharap para pelaku seni di Kudus bisa bersinergi dengan baik dan berkomitmen untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama menjalankan job manggungnya. Koordinasi dengan pihak desa maupun TNI-Polri sebelum pentas juga harus dilakukan.

“Sehingga komunikasinya bisa baik, penerapan protokol kesehatannya juga bisa diterapkan dengan baik,” jelas Hartopo.

Ketua Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kudus Sony Sumarsono menyambut baik kelonggaran kebijkakan Pemkab Kudus tersebut. Para pelaku seni, kata dia, sudah vakum hampir dua tahun ini.

Selama PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 kemarin sendiri, PAMMI telah mengimbau orkes melayu di bawah naungannya untuk menolak job manggung.

Terkait syarat yang dibebankan, yakni berprokes ketat, pihaknya pun sangat siap menjalankan hal tersebut. Semua anggota PAMMI pun akan ditekankan untuk menjalankan prokes ketat. Sehingga nanti tidak ada pihak yang dirugikan.

“Kami juga akan selalu berkoordinasi dengan desa dan TNI-Polri,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...