Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sambil Muncak di Natas Angin Muria, Mahasiswa IAIN Kudus Tanam Bibit dan Bersihkan Sampah

Penanaman bibit pohon oleh sekelompok pemuda di kawasan Pegunungan Muria. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Bagi pencinta alam atau pendaki, menjelajahi beberapa gunung tertinggi di Indonesia mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Tak sedikit pula, para pendaki yang melakukan kegiatan-kegiatan positif saat mendaki gunung.

Seperti yang dilakukan oleh kelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Alam IAIN Kudus dan alumni Teknik Kimia Industri SMK Duta Karya Kudus.

Mereka menanam bibit pohon saat mendaki ke Puncak Natasangin, Pegunungan Muria Sabtu- Minggu (7-8/8/2021). Tak hanya pohon, mereka juga menyebar bibit bunga di beberapa titik.

Wisnu Bayu Murti, ketua panitia mengatakan,  saat melakukan pendakian ke Puncak Natas Angin, pihaknya bersama tim melakukan penanaman 16 bibit pohon, yakni beringin, dan bibit pohon kepuh.

“Sebenarnya ada 30 bibit pohon. Tapi kami saat itu mendaki 14 orang dan hanya mampu membawa 16 pohon. Kendalanya, jalurnya itu nanjak terus, akhirnya kami hanya bawa sebisanya. Sisanya nanti akan kami tanam saat ada agenda ke puncak lagi, ” katanya, Senin (9/8/2021).

Ia menjelaskan, kegiatan pendakian dan tanam pohon itu menyasar untuk generasi milenial. Tujuan utamanya, mengajak kalangan milenial untuk peduli menjaga dan melestarikan alam pada lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.

Kaum milenial, lanjut dia, juga diajak untuk mengenal kawasan alam dan satwa-satwa yang masih ada di pegunungan tersebut.

“Itu juga membantu upaya pelestarian lingkungan di kawasan Gunung Muria, yang otomatis juga akan bisa menjaga ekosistem kehidupan yang ada di kawasan hutan Gunung Muria,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya bersama tim juga membawa turun sampah-sampah plastik yang ditemukan saat perjalanan. Dengan harapan kawasan hutan Gunung Muria, bisa lebih bersih dan terbebas dari sampah plastik.

“Kami sampai bawah sekitar jam 12 siang, saat perjalanan ada sedikit sampah plastik dan kami ambil bawa turun,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...