Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Lelang Pembangunan IBS RSUD Kudus Dibatalkan karena Peretasan, Kepala DKK Buka Suara

 

RSUD Loekmono Hadi Kudus (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Rencana pembangunan gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus tertunda karena dugaan peretasan saat proses lelang di LPSE, hingga menyebabkan lelang itu dibatalkan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo menyayangkan hal itu.

Padahal, kata Badai, gedung IBS tersebut bisa dibilang memilliki peran penting dalam masa pandemi seperti ini. Terlebih untuk penanganan bedah infeksius.

Sementara saat ini, dari sisi kebutuhan layanan, kondisi IBS yang sudah ada di RSUD Kudus kurang memadai.

Di masa pandemi seperti ini, Badai berharap semua layanan harus bisa lebih mendukung. Terlebih untuk keselamatan para tenaga kesehatan dan pasien yang menjalani perawatan.

“Tentunya ini cukup merugikan masyarakat karena gedung tersebut memang penting untuk menunjang pelayanan di RSUD,”kata Badai, Senin (9/8/2021).

Dari segi rasio kebutuhannya, Badai menganggap pembangunan IBS yang baru sudah mulai dibutuhkan oleh RSUD. Mengingat jumlah kasus yang harus membutuhkan penanganan operasi di RSUD Kudus juga sangat tinggi.

“Rasio kebutuhan itu yang menjadi dasar rencana pembangunan gedung IBS. Jadi, jika ini dibatalkan tentu akan sangat merugikan masyarakat,” kata dia.

Walau demikian, Badai enggan mengomentari terkait persoalan teknis yang membuat lelang proyek tersebut dibatalkan. Terlebih, rencana pembangunan gedung ini sudah mengalami penundaan selama dua kali.

Yakni pada tahun 2020 lalu dan kemudian pada tahun ini. “Saya berharap, rencana pembangunan gedung ini tetap bisa terealisasi tahun ini,” tandasnya.

Baca: Diduga Diretas, Lelang Pembangunan Gedung IBS RSUD Kudus Senilai Rp 29 Miliar Dibatalkan

Rencana proyek pembangunan gedung IBS sendiri saat ini tertunda karena proses lelang dibatalkan oleh Bagian Pengadaan Barang Jasa (PBJ) Setda Kudus. Menyusul adanya dugaan peretasan dalam sistem lelang elektronik atas proyek yang nilainya mencapai Rp 29 miliar itu.

Bagian PBJ sendiri telah melaporkan dugaan peretasan sistem lelang gedung IBS ke pihak berwajib.

“Kami sudah melaporkan baik ke Kejaksaan maupun kepolisian, namun bukan atas nama perseorangan atau instansi, hanya pelaporan adanya dugaan sistem diretas,” ucap Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa Setda Kabupaten Kudus Doni Tondo Setiaji.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...