Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Joan Laporta: “Kami Tidak Mau Menggadaikan Hak Siar Televisi Barca Selama Setengah Abad”

Laporta dan Messi berpelukan. (twitter.com/idextratime)

MURIANEWS, Barcelona– Presiden Barcelona, Joan Laporta, Jum’at (6/8/2021) melakukan jumpa pers resmi terkait ‘kepergian’ Lionel Messi. Dalam kesempatan ini Laporta menjawab berbagai pertanyaan media terkait Lionel Messi dan kondisi Barcelona.

Laporta kepada awak media di Spanyol menyatakan, Barcelona sudah melakukan upaya terbaik untuk bisa kembali bersama Lionel Messi. Namun tantangan yang ada membuat Barcelona akhirnya tidak bisa berbuat apapun pada detik terakhir.

Warisan bencana yang harus ditanggungnya menjadi salah satu kendala untuk bisa menjangkau Messi sekali lagi. Barcelona tidak bisa memenuhi apa yang ditetapkan oleh La Liga terkait batasan tagihan gaji yang ditetapkan.

“Selamat pagi. Saya di sini untuk menjelaskan situasi berkaitan dengan Messi. Sayangnya kami telah menerima warisan bencana. Tagihan gaji Barcelona mewakili 110% dari pendapatan klub. Kami tidak memiliki margin gaji. Kami tahu itu sejak kami tiba di klub,” ujar Laporta memulai konfrensi persnya.

Laporta juga menyatakan, angka-angka itu bahkan lebih besar, setelah disajikan usai proses audit. Angka yang ada bahkan diluar dari perkiraan yang akan diantisipasi dirinya setelah mejabat sebagai Presiden Barcelona. Termasuk hutang yang harus ditanggun Barcelona.

Menyinggung soal tawaran suntikan dana investasi yang digagas La Liga, Laporta menyatakan hal itu tidak bisa diambil Barcelona. Sebab perjanjian yang digagas La Liga itu menurutnya, akan menghilangkan hak penguasaan atas siaran televisi Barcelona selama 50 tahun.

“Untuk mematuhi fair-play LaLiga, kami harus menerima perjanjian LaLiga yang menggadaikan hak siar televisi selama setengah abad dari sebuah klub dengan 120 tahun Liga. Klub yang di atas segalanya. Dari pemain, dari pemain terbaik, dunia, presiden dan segalanya,” jelas Laporta.

Gagasan La Liga membawa masuk dana investasi ke kompetisi dianggap akan merugikan Barcelona sebagai klub. Sehingga akhirnya Barcelona menolak tawaran itu setelah mengkajinya secara mendalam.

“Pendaftaran Leo yang melibatkan penerimaan operasi yang ditawarkan La Liga, tidak menarik bagi Barcelona. Kami memahami bahwa kami tidak harus melakukan itu, dengan hanya menerima hipotek hak televisi Barcelona selama setengah abad,” ujarnya lagi.

“Saya ingin menjelaskan bahwa Leo ingin bertahan dan Klub juga ingin dia bertahan. Ada saatnya ketika dalam negosiasi anda harus berdiri, menganalisis berbagai hal dengan cermat dan dengan angka. Aturan LaLiga bisa lebih fleksibel, tetapi itu bukan alasan karena kami sudah mengetahuinya. Menyedihkan , tapi saya pikir kami telah melakukan yang terbaik untuk Barcelona,” tegasnya.

Laporta juga menyatakan, pihak Messi tidak meminta apapun di luar batas normal negosiasi. Tidak ada yang membuat kontrak menjadi tidak mungkin. Pihaknya setuju dengan niat baik dari kedua pihak.

Soal tagihan gaji yang harus ditanggung Barcelona, Laporta juga menyatakan, bahwa Barcelona memang telah melampaui batas yang ditetapkan. Bahkan hal itu belum termasuk dengan kontrak Lionel Messi.

Dikatakannya juga, LaLiga sebenarnya menginginkan Messi melanjutkan. Namun ada klub yang menuntut agar aturan FPP itu tetap dipatuhi, tanpa terkecuali atas Lionel Messi.

“Apa yang mereka minta kepada kami adalah agar kami mematuhinya dan kami tidak dapat melakukannya karena mereka telah meninggalkan kami warisan ini. Kami adalah Kami, tidak akan melepaskan hak siar televisi kami selama setengah abad dan kami juga tidak akan membatalkan kontrak secara sepihak karena Anda bisa kalah di pengadilan dan kemudian Anda harus membayar kesenangan dan keinginan itu,” pungkasnya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Marca

Comments
Loading...