Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kudus Alami Penurunan

Instalasi pemulasaran jenazah pasien Covid-19 RSUD Loekmono Hadi Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo mengkonfirmasi angka kematian harian pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus kini tengah mengalami penurunan. Kondisi saat ini, juga diklaim lebih baik dibanding beberapa bulan belakang.

“Saat ini sudah landai-landainya. Paling banyak penambahan pasien meninggal harian lima sampai tujuh, itupun sangat jarang sekali,” ujar Hartopo, Jumat (6/8/2021).

Kabupaten Kudus, sambung Hartopo, juga sempat mencatatkan penambahan nol kasus pada pasien meninggal. “Ada satu dua hari kalau tidak salah, tapi rata-rata hanya satu atau dua orang saja,” sambung dia.

Untuk meneruskan tren positif ini, pihaknya pun telah menginstruksikan untuk pemimpin di tingkatan paling kecil yakni RT untuk mengaktifkan Satgas Covid-19. Mulai dari ketua, bendahara, dan sekretaris.

Ketua sendiri, kata Hartopo, adalah ketua RT itu sendiri. Sementara bendahara, bertugas untuk menggalang donasi untuk kemudian dikumpulkan ke desa dan digunakan untuk membantu pasien isolasi mandiri dan warga terdampak pandemi Covid-19

“Kalau sekretaris ini dia tugasnya mencatat perkembangan kasus,” kata dia.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo merincikan, untuk perkembangan harian pasien meninggal di Kabupaten Kudus memang berada di titik rendah selama sepekan ini.

DKK sendiri, sempat mencatat penambahan nol kasus pada pasien meninggal di tanggal 30 Juli, 31 Juli, dan 2 Agustus kemarin. “Sementara yang paling banyak selama sepekan ini adalah tujuh orang,” kata dia.

Kemudian untuk total konfirmasi pasien meninggal, hingga saat ini berada di angka 1.295. Sementara total kasus sebanyak 16.326 kasus. Dari jumlah tersebut juga ada sebanyak  14.854 orang pasien yang sudah sembuh dan 177 kasus aktif.

“Dengan rincian kasus aktif 114 pasien isolasi mandiri dan 63 pasien dirawat di rumah sakit,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...