Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ekonomi Indonesia Tumbuh, Pelaku Usaha dan Masyarakat Diminta Ikut Menjaga

Sri Mulyani saat jelaskan kondisi ekonomi Indonesia. (YouTube Sekretariat Presiden)

MURIANEWS, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai bangkit. Dari data BPS yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, ekonomi Indonesia bangkit ke kisaran 7,07 persen pada kuartal II 2021.

Data itu disampaikan Sri Mulyani dalam konfrensi pers secara virtual di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (5/8/2021). Di kesempatan itu, Sri Mulyani juga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia berkat kebijakan pemerintah.

Seperti diketahui, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga perekonomian melalui berbagai stimulus fiskal, seperti bantuan sosial (Bansos) dan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

“Saat kita hadapi tekanan luar biasa, pemerintah memberikan melalui kebijakan fiskal, bantuan sosial untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat, terutama kelompok masyarakat menengah ke bawah yang terpukul sangat dalam akibat pandemi,” katanya.

Sri Mulyani mengatakan pemberian bansos pada warga dilakukan agar tak banyak masyarakat yang jatuh ke jurang kemiskinan. Meski tak bisa dipungkiri, tingkat kemiskinan dan pengangguran akibat pandemi COVID-19 tetap meningkat.

“Dengan demikian bisa mempengaruhi dari sisi demand apabila pengangguran atau kemiskinan bisa diminimalkan atau ditahan kenaikannya,” imbuhnya.

Kemudian, kebijakan PPnBM yang diberikan pada sektor otomotif juga diklaim mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Berkat kebijakan itu juga berdampak positif bagi industri manufaktur yang meningkat produksinya seiring naiknya permintaan kendaraan bermotor dari masyarakat.

“Jadi terlihat sekali kenaikan dari konsumsi maupun dari manufaktur, itu didukung salah satunya komoditas otomotif yang dapat bantuan PPnBM. Jadi terlihat policy pemerintah memberikan dampak nyata dan positif,” tuturnya.

Pertumbuhan ekonomi di kuartal II itu diharapkan bisa berlanjut ke kuartal III pada 2021. Sri Mulyani meminta masyarakat dan pelaku ekonomi ikut berperan menjaganya, khususnya, masyarakat menengah atas sehingga bisa memperkuat pemulihan ekonomi Indonesia ke depan.

“Kita berharap antara range 3,7 persen sampai 4,0 persen untuk kuartal III. Ini sebuah tantangan, karena hanya bisa melakukan pada upper-end, apabila (virus) delta bisa dikendalikan dan kegiatan ekonomi bisa berjalan normal kembali,” katanya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...