Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Terbesar Kedua Nasional, 96 Dokter di Jateng Meninggal usai Terpapar Covid-19

Ilustrasi. (Freepik)

MURIANEWS, Semarang – Kasus kematian dokter di Jawa Tengah (Jateng) selama pandemi Covid-19 saat ini tembus 96 kasus. Dengan jumlah tersebut, Jateng kini menempati peringkat kedua nasional setelah di bawah Jatim dengan 140 kasus.

Sekretaris IDI Kota Semarang, dr Sigid Kirana menjelaskan, data tersebut berdasarkan data yang dirilis Tim Mitigasi IDI pusat. Dalam data tersebut hingga 3 Agustus total ada 640 dokter di Indonesia yang meninggal akibat Covid-19.

“Dari jumlah tersebut 96 kasus di antaranya berasal dari Jateng. Dengan jumlah tersebut Jateng menempati posisi terbesar kedua nasional. Kalau tertinggi dari Jatim dengan 140 kasus,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Sigid menyebutkan, dari 96 dokter yang meninggal, 27 di antaranya diketahui berasal dari Kota Semarang. Bahkan, dalam dua pekan ini, IDI Kota Semarang mencatat sudah ada 12 dokter yang meninggal karena Covid-19.

“Data yang masuk ke kami, atau dilaporkan ke kami, sejak pandemi sudah ada sekitar 27 dokter di Semarang yang meninggal akibat Covid-19. Kasus terbanyak terjadi dalam dua bulan terakhir, yakni Juni hingga Juli, total ada 12 dokter yang meninggal dunia,” ujarnya.

Sigid mengaku jumlah kematian dokter di Semarang akibat Covid-19 itu bisa saja lebih tinggi. Hal itu dikarenakan ada beberapa kasus yang tidak dilaporkan ke IDI Kota Semarang.

“Bisa jadi jumlahnya lebih dari itu [12 kasus], karena banyak yang tidak melaporkan. Tapi, apa pun itu jumlah ini membuat kami prihatin,” tutur Sigid.

Sigid mengatakan mayoritas yang meninggal dunia merupakan dokter yang masih aktif melayani pasien, seperti dokter spesialis maupun dokter umum. Mereka, kemungkinan besar terpapar Covid-19 setelah kontak erat dengan pasien.

“Kalau kasus meningkat otomatis risiko dokter bertemu pasien juga semakin tinggi. Jadi dokter yang terpapar juga semakin banyak. Kemarin kasusnya sempat menurun, tapi naik lagi setelah ada lonjakan kasus,” ujar Sigid.

Banyaknya kasus kematian yang dialami dokter ini pun membuat Sigid prihatin. Ia meminta pemerintah untuk lebih serius menangani pandemi Covid-19, terutama dalam mencegah terjadinya kerumunan.

Menurut Sigid, langkah pemerintah melakukan perpanjang PPKM level 4 sangat tepat. Hal itu dikarenakan PPKM sanggup menekan angka mobilitas warga dan mencegah terjadinya kerumunan.

“Selama ini, kerumunan adalah penyebab terbesar penularan Covid-19. Maka itu saya rasa sangat perlu PPKM diperpanjang. Namun selain itu, pemerintah juga harus menggencarkan tracing dan testing,” terang Sigid.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...