Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kuda-Kuda di Olimpiade 2020, Diangkut ke Jepang dan Berhadapan Dengan ‘Pesumo’

Patung sumo di arena Berkuda Olimpiade 2020, jadi tantangan tambahan para atlet. (Twitter/@CNNIndonesia)

MURIANEWS, Tokyo- Cabang olahraga berkuda merupakan salah satu yang dipertandingkan di arena Olimpiade 2020. Selain mahal, olahraga berkuda juga dikenal sangat ribet dalam berbagai aspeknya.

Kuda-kuda yang digunakan atlet-atlet berlaga di Olimpiade 2020 Tokyo, bahkan harus menjalani perjalanan panjang ke Tokyo. Kuda-kuda itu juga harus mendapatkan perlakuan khusus sebelum digunakan bertanding.

Khusus di lintasan berkuda Olimpiade 2020, kuda-kuda yang digunakan untuk bertanding ternyata juga menghadapi ‘kendala’. Salah satu kendala yang agak ‘unik’ adalah ketika kuda-kuda itu harus berhadapan dengan seorang ‘pesumo’.

‘Pesumo’ disini bukanlah atlet sumo sebenarnya. Melainkan patung pesumo yang diletakan oleh pihak pantia di salah satu sudut lintasan. Semua kuda dan jockey yang menaikinya harus berhadapan dengan ‘pesumo’ ini.

Dari semua peserta berkuda di Olimpiade 2020 Tokyo, nyatanya banyak yang ‘mengeluh’ pada keberadaan ‘pesumo’ Jepang itu. Keberadaannya menjadi salah satu tantangan tambahan yang harus bisa diatasi.

Di arena berkuda Equestrian Olimpiade Tokyo 2020, diketahui ada beberapa kuda yang kedapatan takut pada ‘pesumo’ itu. Salah satunya adalah kuda Amsterdam 27 yang dikendarai oleh atlet Israel, Teddy Vlock.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, patung sumo yang posisinya berjongkok dan meregangkan tangannya itu, ditempatkan panitia penyelenggara di rintangan nomor 10 pada jalur lompat arena equastrian Olimpiade Tokyo.

Sebagian besar rintangan di arena berkuda Olimpiade 2020, memang didekorasi dengan nuansa khas Jepang. Beberapa ikon Jepang, seperti kimono Geisha, istana Jepang mini, hingga drum taiko di pajang. Namun, tampaknya tidak ada yang begitu menakutkan para kuda, selain ‘pesumo’ tinggi besar itu.

Teddy Vlock mengaku harus berhati-hati dengan kudanya agar tidak terkejut dengan patung sumo tersebut. Dirinya bahkan harus meluangkan waktu dalam latihan, untuk membiasakan Amsterdam 27 terhadap patung sumo itu.

“Ini sangat realistis [adaptasi]. Itu [patung] memang terlihat seperti seseorang, dan itu sedikit menakutkan. Anda tahu, kuda tidak ingin melihat seorang pria, yang persis terlihat di sebelah rintangan lompatan, patung itu terlihat seperti dia siap bertarung dengan Anda,” demikian yang dikatakan Teddy Vlog.

Keluhan pada patung sumo ini juga dilontarkan oleh Joskey asal Inggris, Harry Charles. Menurutnya banyak kuda yang berlaga di Olimpiade 2020 kedapatan dihinggapi rasa ketakutan saat berhadapan dengan patung sumo itu.

“Saat Anda datang, Anda melihat pria besar. Saya memang melihat empat atau lima kuda benar-benar ketakutan akan hal itu,” tutur Charles.

Salah satu yang merasakan dampak dari patung sumo itu adalah atlet Prancis Penelope Leprevost. Atlet yang meraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dari nomor lompat beregu itu, terlempar dari kudanya gara-gara patung sumo itu.

“Mungkin. Kami mencoba mengendurkan kuda kami di tikungan, dan mungkin mereka terkejut melihat begitu dekat. Saya tidak tahu,” kata Leprevost.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...