Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ternyata Tak Hanya Pesawat Kepresidenan yang Dicat Merah Putih

Pesawat Boeing 737-8U3 yang menjadi pesawat Kepresidenan RI dengan cat merah putih.(JET PHOTOS/Abdiel Ivan Rivandi)

MURIANEWS, Jakarta –TNI Aangkatan Udara mengungkapkan tidak hanya pesawat kepresidenan yang dicat merah putih. Ternyata, satu unit pesawat jenis British Aerospace RJ 85, dua unit helicopter AS-322 Super Puma L2 milik Sekretariat Negara dan satu unit helikopter NAS-332 Super Puma L1 milik TNI AU juga dicat dengan warna yang sama.

“Saat ini kelimanya sudah merah putih,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI AU Kepala Dinas Penerangan AU Marsekal Pertama (Marsma) Indan Gilang Buldansyah seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (5/8/2021).

Indan menyebut lima armada udara itu ditempatkan di lokasi yang berbeda. Heli Super Puma Kepresidenan itu berada di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Sementara, pesawat BBJ2 dioperasikan Skadron Udara 17 Wing 1.

“Heli Super Puma Kepresidenan di Skadron 45 Wing 1, Lanud Halim Perdanakusuma, terdiri dari Super Puma L2 dan L1,” ujarnya.

Dia menegaskan, pengecatan ulang itu tidak ada hubungannya dengan anggaran COVID-19. Menurutnya, pengecatan lima angkutan udara itu sudah direncanakan sejak 2019. “Livery merah putih sudah direncanakan 2019, tahun 2020 mulai dicat,” jelas dia.

Meski begitu, Indan belum membeberkan rincian biaya pengecatan pesawat itu.

Terkait arti penggunaan warna merah dan putih, Indan menyebut itu merupakan representasi dari patriotisme dan nasionalisme. “Iya, betul (representasi nasionalisme), warna bendera RI,” ujarnya.

Sebelumnya, pengecatan ulang pesawat kepresidenan menjadi sorotan publik karena dianggap sebagai hal yang tidak penting di masa pandemi Covid-19. Pengamat penerbangan Alvin Lie bahkan menyebut pengecatan ulang tersebut pemborosan di tengah upaya pemerintah menyiasati anggaran negara demi menangani pandemi.

Baca Juga: Soal Cat Pesawat, Pengamat Penerbangan Pertanyakan Sense Of Crisis yang Digaungkan

Alvin menaksir pengecatan ulang pesawat bisa menelan biaya miliaran rupiah.

“Hari gini masih aja foya-foya ubah warna pesawat Kepresidenan Biaya cat ulang pesawat setara B737-800 berkisar antara USD 100 ribu sampai 150 ribu Sekitar Rp.1,4 M sampai dengan Rp.2.1M @KemensetnegRI @setkabgoid @jokowi,” cuit akun @alvienlie21, Senin (2/8).

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin justru mempertanyakan kritik Alvin Lie. Menurutnya, pengeluaran Rp2 miliar untuk pengecatan pesawat tidak menjadi masalah. Sebab, hal itu tidak mengganggu anggaran penanganan Covid-19.

“Kalau mau lihat biaya perawatan, cat, kemudian pemeriksaan 7 tahun dilakukan, Rp1 miliar-Rp2 miliar untuk pesawat presiden di mana masalahnya?” kata Ngabalin seperti dikutip CNNIndonesia.com Selasa (4/8).

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai pengecatan ulang pesawat, terutama pesawat kepresidenan menggunakan warna merah, telah mengabaikan faktor keamanan presiden.

Menurut dia, idealnya pesawat kepresidenan dicat dengan warna yang memiliki fungsi kamuflase saat di udara. Dia mencontohkan warna seperti biru, putih, atau abu-abu

“Kalau saya bilang, ini cenderung mengabaikan aspek keamanan ketika ada pergantian warna menjadi warna yang mencolok merah putih ini,” kata Khairul, Rabu (4/8).

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...