Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Alasan Lucas Saatkamp Tetap Pakai Masker saat Bertanding Bikin Haru

Lucas Saatkamp saat tampil di Olimpiade.(Instagram/@centrallucao)

MURIANEWS, Tokyo – Ada yang menarik dalam pertandingan bola voli yang mempertemukan Brasil dengan tuan rumah Jepang di Olimpiade Tokyo 2020. Salah satu pemain bola voli Brasil, Lucas Saatkamp ngotot tak mau melepas maskernya.

Ternyata ada alasan yang bikin haru. Seperti dilansir Detik.com, Lucas Saatkamp tetap tak melepas masker saat bertanding karena ingin melindungi keluarganya dari COVID-19.

Diketahui, dia memiliki putra berusia 5 tahun yang perlu menggunakan inhaler karena masalah pernapasan. Itu pun tak ingin membahayakan putranya itu, sang istri dan putri kecilnya yang baru lahir saat pulang dari Olimpiade.

“Saya bukan ingin menjadi model untuk menggunakan masker. Satu-satunya poin utama saya adalah melindungi diri saya dan keluarga saya. Bukan untuk menjadi panutan,” katanya.

Apalagi, Lucas juga pernah terinveksi COVID-19 pada Januari lalu. Dia mengalami demam dan sakit kepala parah meski tidak ada masalah besar. Meski seorang penyintas COVID-19 akan mendapatkan kekebalan dan dia juga sudah divaksin sebelum datang ke Olimpiade, Lucas tetap membuat keputusan untuk tidak melepas masker, meskipun bertanding.

Lucas mengatakan masker tidak terlalu memengaruhi penampilannya di lapangan, hal ini terlihat dari timnya yang berhasil melaju ke babak semifinal saat berhasil mengalahkan tim tuan rumah, Jepang.

“Bagi saya tidak masalah karena bola voli berbeda dengan olahraga lain. Ada lebih banyak jeda untuk memiliki waktu untuk bernafas, tidak seperti berlari atau sepak bola,” ungkapnya.

Lucas bukan satu-satunya bintang bola voli Brasil yang bermain dengan topeng. Rekan setimnya Mauricio Borges, yang telah bermain sebagai cadangan, juga berkompetisi dengan masker, seperti halnya setter wanita Macris Carneiro sebelum dia cedera pergelangan kaki saat menang atas Jepang.

Sementara rekan satu timnya mengagumi apa yang dilakukan Lucas, mereka tidak bisa menirunya. “Bagi saya, ini agak sulit,” kata kapten tim Bruno Rezende.

“Saya mencoba menjadi setter dan banyak memotivasi dan banyak berbicara dengan rekan satu tim saya dan terkadang dengan masker itu tidak mudah. Saya sangat menghormatinya,” lanjut Bruno.

Lucas mengatakan masalah di negaranya dengan COVID-19 sangat serius. Brasil memiliki angka kematian tertinggi kedua di dunia dengan 556.000 kematian. Itu sebabnya memakai masker terasa seperti harga kecil yang harus dibayar.

“Itu tidak membuat saya melakukan hal-hal yang ingin saya lakukan. Saya ingin memiliki kehidupan yang normal,” pungkas Lucas.

Banyak pakar yang tidak mempermasalahkan memakai masker saat berolahraga. Seperti dilansir Detik.com Mereka berkata masker aman digunakan untuk olahraga, apalagi disaat situasi pandemi COVID-19 ini. Mengenakan masker menjadi salah satu cara untuk menghambat penyebaran virus.

Melansir dari Mayo Clinic, penelitian terbaru menunjukkan bahwa detak jantung, laju pernapasan, tekanan darah, tingkat oksigen, dan kelelahan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan masker saat olahraga sedang maupun berat.

Penelitian lain menyebutkan bahwa masker bedah dan kain tidak berpengaruh terhadap aktivitas olahraga. Namun, jika memiliki penyakit paru-paru kronis, sebaiknya konsultasikan dengan dokter tentang penggunaan masker ini.

Jika saat berolahraga merasakan gejala seperti kelelahan, pusing, tidak nyaman, sakit kepala, sesak napas yang signifikan, rasa kantuk, dan otot melemah, disarankan untuk menghentikan aktivitas.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...