Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Gara-Gara Ada yang Tak Percaya Covid-19, 43 Orang Tertular Saat Iduladha

Ilustrasi Tim Satgas Covid-19 sedang melaksanakan swab test pada warga. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Yogyakarta – Sebanyak 43 orang di Donokerto, Kabupaten Sleman, Yogyakarta terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka tertular gara-gara ada seorang warga yang tidak percaya adanya Covid-19.

Kabar itu disampaikan Lurah Donokerto, Sleman, R Waluyo Jati, Selasa (3/8/2021). Dilansir CNNIndonesia.com rangkaian kasus itu mulai terdeteksi setelah Hari Raya Iduladha pada 20 Juli.

Jati mengatakan, saat itu ada seorang warga berusia 50 tahun mengeluhkan kurang enak badan. Namun, warga itu pun tetap membaur dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban bersama warga setempat.

“Jadi sudah positif tapi tidak merasa positif. Iya memang (tak percaya Covid-19). Di lingkungan dia memang kurang srawung (kumpul warga) dan kurang mengikuti berita. Orang itu sempat enggak menerapkan prokes,” tambahnya.

Begitu pasien pertama itu menunjukan gejala, tak lama setelah Hari Raya Iduladha, Satgas Covid-19 setempat langsung melakukan penelusuran kontak erat. Alhasil, ditemukan 35 kasus dari mereka yang mengikuti kegiatan penyembelihan hewan kurban bersama pasien tadi. Sebagian merupakan anggota keluarga pasien pertama.

“Jadi, yang kontak pertama itu 35 orang. Terus penambahan hari ini, 7 kasus, sehingga, totalnya dengan yang pertama jadi 43 kasus,” urai Jati.

Jati mengklaim, selama penyembelihan hewan qurban di lingkungannya warga selalu menerapkan protokol kesehatan. Meski begitu, ada saja celah-celah penularan yang tak dapat dipungkiri.

“Kalau sekarang otomatis sudah percaya yang bersangkutan. Jadi sebenarnya yang membuat biang keladinya (penyebaran Covid-19) bukan karena Iduladha,” tegas Jati.

Mayoritas pasien yang tertular itu mengalami gejala, sehingga banyak dari mereka yang dievakuasi ke berbagai shelter di Sleman. Perumahan Gajah Mada Asri juga ditutup. Tak boleh ada yang keluar masuk.

Harapan Jati, kasus penyebaran yang dipicu oleh ketidakpercayaan akan Covid-19 dan tingkah sembrono warga tak kembali terulang. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengedukasi para warga bersama jajaran satgas lainnya.

“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memberikan edukasi terhadap masyarakat supaya nanti apa yang diprogramkan pemerintah ini ditaati,” ucapnya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...