Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ternyata Anak Akidi Tio Pernah Tersandung Kasus Penipuan Rp 7,9 Miliar, Tapi Laporannya Dicabut

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. (Medcom.id/Yurike Budiman)

MURIANEWS, Jakarta – Anak almarhum Akidi Tio, Heryanti Tio ternyata pernah tersandung kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Nilainya pun cukup fantastis saat itu, yakni Rp 7,9 miliar. Kasus itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Menurut CNNIndonesia.com, laporan itu dibuat oleh Ju Bang Kioh pada 14 Februari 2020 lalu. Dari data yang dihimpun, laporan ini terdaftar dengan nomor LP/1025/II/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ pada 14 Februari 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan laporan ini bermula saat pelapor diajak terlapor yakni Heryanti untuk berbisnis pada Desember 2018.

“Untuk berbisnis ada tiga item bisnis, mulai dari kerja sama untuk orderan songket, AC dan pekerjaan interior. Total semuanya sekitar Rp7,9 miliar,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (3/8).

Seiring berjalannya waktu, pelapor pun menagih hasil atau keuntungan yang dijanjikan oleh Heryanty dalam bisnis tersebut. Namun, hingga awal 2020, hasil atau keuntungan yang dijanjikan tak kunjung dipenuhi oleh Heryanti. Atas dasar itu, korban akhirnya melaporkan Heryanti ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu kemudian didalami oleh penyidik dan statusnya pun telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Ini dilakukan setelah penyidik memeriksa saksi, termasuk pelapor dan melakukan gelar perkara.

“Kita proses di sini mulai dari penyelidikan sampai dengan naik ke penyidikan. Bahkan pengakuan dari pelapor sendiri mengakui dari Rp7,9 miliar ini sudah dikembalikan Rp1,3 miliar secara bertahap kepada pelapor,” tutur Yusri.

Yusri mengungkapkan selama proses penyelidikan hingga penyidikan, Heryanti selaku terlapor telah dua kali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Namun, Heryanti tak pernah memenuhi panggilan penyidik.

“Sampai dengan terakhir pada saat dilakukan pemanggilan pemeriksaan kepada saudari H panggilan pertama dan kedua tidak dihadiri. Kemudian mau dijemput membawa tanggal 28 Juli 2021 lalu,” ucap Yusri.

Tetapi, belum sempat penyidik menjemput Heryanti, pelapor ternyata justru mencabut laporan yang ia buat. “Pelapor kemudian mencabut laporannya. Dalam bentuk surat untuk mencabut laporan terhadap saudari H,” ujar Yusri.

Lebih lanjut, Yusri menyampaikan bahwa laporan terhadap Heryanty di Polda Metro Jaya tidak memiliki kaitan dengan proses hukum yang sedang berjalan di Polda Sumatera Selatan.

“Laporan ini sejak Februari 2020 tentang penipuan dan penggelapan. Jadi jangan disangkutpautkan dengan ada sedikit permasalahan yang ada di daerah Sumatera Selatan, karena ini sudah sejak Februari 2020,” kata Yusri.

Saat ini Heryanti juga tengah terbelit kasus hukum di Polda Sumatera Selatan terkait  polemik rencana pemberian bantuan sebesar Rp2 triliun kepada Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Eko Indra Heri untuk penanganan Covid-19 di Sumsel.

Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Ratno Kuncoro sempat menyatakan bahwa Heryanti telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Heryanti pun dijerat pasal 15 dan 16 UU Nomor 1 Tahun 1946.

Namun tak berselang lama, pernyataan itu dibantah oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi. Heryanti disebut masih dalam proses pemeriksaan dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

Heryanti telah diperiksa pada Senin (2/8). Namun, pemeriksaan dihentikan pada pukul 22.00 WIB lantaran sudah larut malam. Penyidik Ditresrkimum Polda Sumsel lantas melanjutkan pemeriksaan terhadap anak Akidi Tio itu pada Selasa (3/8).

“Jadi kita belum bisa memberikan kepastian apakah BG (bilyet giro) tersebut dicairkan atau belum,” ujar Supriadi.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...