Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemkab Kudus Upayakan Peserta BLK Dapat Bantuan Alat Praktik Usai Lulus Pelatihan

Bupati Kudus HM Hartopo saat melakukan kunjungan ke BLK di area Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker Perinkop UKM) Kudus, Selasa (3/8/2021). (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus mengupayakan adanya bantuan alat praktik ataupun sarana prasarana pendukung bagi para peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus.

“Jadi ketika mereka lulus, mereka punya alat dan keterampilan,” kata Bupati Kudus HM Hartopo saat melakukan kunjungan ke BLK di area Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker Perinkop UKM) Kudus, Selasa (3/8/2021).

Menurutnya, akan jadi masalah ketika para peserta BLK lulus tanpa adanya alat praktik yang diberikan pada mereka. “Kalau mereka mampu tidak apa-apa, mereka akan beli sendiri, tapi kalau mereka tak mampu, modal dari mana mereka,” kata Hartopo.

Oleh karena itulah pihaknya mendorong dinas terkait untuk menyiapkan alat praktik yang bisa diberikan kepada peserta pelatihan ketika mereka telah menyelesaikan pelatihannya.

Sementara kepada para peserta, Hartopo menekankan untuk bersungguh-sungguh dalam menjalani pelatihan. Sehingga ilmunya bisa diserap dengan maksimal dan bisa digunakan untuk bekerja maupun membuat usaha sendiri.

“Materi yang disampaikan harus benar-benar diperhatikan. Kalau ada yang tidak paham langsung ditanyakan. Supaya nantinya bisa diaplikasikan setelah lulus dari BLK,” tandasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, pihaknya akan mengupayakan bantuan tersebut kepada pemerintah pusat.

Rini mengatakan, pemberian bantuan alat kepada para peserta pelatihan tersebut sempat ada di tahun 2014 lalu. Kemudian kebijakan tersebut belum dilakukan kembali sampai saat ini.

“Ini akan coba kami komunikasikan ke pemerintah pusat, memang benar harus ada katakanlah alat penunjang yang diberikan pada peserta ketika mereka selesai praktik untuk membantu kompetensinya,” ujar Rini.

Rini mengatakan, pelatihan kali ini sendiri memang dianggarkan oleh Pemerintah Pusat melalui APBN dengan jumlah paket pelatihan sebanyak 18 paket. Dengan jumlah peserta pelatihan sekitar 400 orang.

Belasan paket pelatihan yang diterima itu, meliputi pelatihan menjahit, servis kendaraan bermotor, pemeliharaan kendaraan ringan sistem injeksi, plate walder, tata boga, desainer, teknisi akuntansi, operator komputer, serta bidang kecantikan.

“Sebagian besar warga Kudus, sedangkan selebihnya warga luar Kudus,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...