Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Transfer 1,7 Triliun Plus Marcos Alonso, Tidak Membuat Inter Mau Melepas Lukaku

Romelu Lukaku diincar Chelsea. Tapi Inter menolak.(instagram/romelulukaku)

MURIANEWS, London- Dana transfer sebesar 88 Juta poundsterling atau sekitar Rp1,7 triliun disiapkan klub raksasa Liga Inggris untuk bisa mendapatkan jasa Romele Lukaku. Tidak hanya itu, The Blues juga menambahkan seorang pemainnya, Marcos Alonso untuk menambah bobot penawaran ke Inter Milan.

Namun tawaran ini tampaknya tidak membuat goyah Inter Milan yang musim lalu meraih gelar scudetto bersama Romelu Lukaku. Penyerang internasional Belgia itu tetap akan menjadi bagian dari Inter Milan yang berlaga di Liga Serie A.

Chelsea masih terus berburu penyerang anyar jelang bergulirnya Liga Inggris musim baru. Bidikan Chelsea kali ini mengarah ke Lukaku setelah mereka kesulitan bernegosiasi dengan Borussia Dortmund terkait transfer Erling Haaland.

Inter Milan sendiri memiliki sikap mempertahankan Lukaku karena saat ini dalam kondisi finansial yang lebih baik. Hal itu ditengarai karena efek dari penjualan Achraf Hakimi ke Paris Saint-Germain.

Inter melepas Hakimi ke PSG dengan nilai transfer 51,3 juta poundsterling atau kurang lebih Rp1 triliun. Dana dari hasil penjualan Hakimi ini membuat manajemen Inter berani menolak tawaran yang datang untuk Lukaku.

Penolakan dari Inter membuat Chelsea kini berkejaran dengan waktu untuk mendapatkan mesin gol yang diinginkan pelatih Thomas Tuchel. Juru racik formasi asal Jerman itu mengagumi Lukaku yang dianggap ideal untuk menjadi andalan di lini depan tim London Barat.

Lukaku telah menunjukkan kehebatannya soal urusan membobol gawang lawan selama memperkuat Inter. Lukaku berhasil mencetak 65 gol dari 95 penampilan di semua ajang sejak direkrut dari Manchester United tahun 2019 lalu.

Di arena UERO 2020, Romelu Lukaku juga menjadi andalan Tim Nasional Belgia. Meski Belgia tidak bisa mencapai final, namun permainan Belgia menjadi lebih berbahaya dengan penampilan dirinya sebagai striker.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...